04 March 2022, 17:34 WIB

Mahfud Sebut Koruptor Lebih Takut Miskin daripada Dipenjara


Fachri Audhia Hafiez |

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menilai ketakutan koruptor adalah miskin dan bukan mendekam di penjara. Dia pun mendorong optimalisasi perampasan aset koruptor dari hasil tindak kejahatan korupsi untuk dikembalikan ke negara.

"Yang ditakuti koruptor itu sebenarnya bukan penjara, tapi kemiskinan," kata Mahfud dalam acara Kick Off G20 Anti-Corruption Working Group secara daring, hari ini.

Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kata Mahfud, masih banyak ditemukan modus pemindahan aset dari hasil korupsi ke luar negeri. Aset itu hanya diambil sesuai dengan kebutuhan komersial pelaku kejahatan secara pribadi.

Baca juga: Polri Minta Restu Pengadilan untuk Sita Aset Indra Kenz 

"Seolah-olah penjara tidak menjadi soal bagi mereka asal dompetnya masih tebal. Anak dan istri masih hidup enak, masih bisa jalan-jalan ke luar negeri. Karena aset hasil korupsi masih bisa disembunyikan untuk kemudian digunakan," ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, kondisi itu perlu disikapi melalui forum internasional, salah satunya momentum G20. Lewat perhelatan tersebut bisa dimaksimalkan dalam hal pencegahan modus-modus pencucian uang hingga penyembunyian uang koruptor dengan kerja sama lintas negara.

"Upaya tersebut diharapkan dapat mendeteksi modus-modus penyembunyian aset seperti modus transaksi dagang internasional, modus penyelundupan uang tunai, modus perdagangan saham, dan sebagainya," ucap Mahfud. (OL-4)

BERITA TERKAIT