01 March 2022, 10:01 WIB

Kejagung Pastikan Perkara Nurhayati Dihentikan


Tri Subarkah |

JAKSA Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah memastikan pihaknya akan menghentikan perkara Nurhayati, pelapor kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Citemu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. 

Sebelum melakukannya, jaksa terlebih dahulu akan meminta penyidik Polres Cirebon Kota untuk melaksanakan tahap II, yakni menyerahkan tersangka dan barang bukti.

"Karena perkara sudah P-21, maka kita minta penyidik untuk tahap II," kata Febrie saat dikonfirmasi, Selasa (1/3).

"Dan kita akan (keluarkan) SKP2 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan)," sambungnya.

Baca juga: Soal Status Tersangka Nurhayati, Komjak: Kejaksaan Lakukan Eksaminasi

Menurut Febrie, pihaknya juga sudah mengonfirmasi kepada pihak Kejaksaan Negeri Cirebon ihwal proses hukum yang menyebabkan Nurhayati ditetapkan tersangka. 

Ia menyebut jaksa penuntut umum Kejari Cirebon tidak mengetahui bahwa Nurhayati adalah whistleblower dalam perkara tersebut.

"Mereka (JPU Kejari Cirebon) sama sekali tidak mengetahui bahwa Nurhayati adalah pelapor di perkara tersebut," tandas Febrie.

Diketahui, Nurhayati ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Cirebon Kota dalam kasus dugaan korupsi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes) Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018-2020. Diketahui, kasus tersebut telah menyorot perhatian publik. (OL-1)

BERITA TERKAIT