01 February 2022, 10:02 WIB

Tokoh Masyarakat Kalimantan Timur Beri Masukan Soal Pembangunan IKN


Andhika Prasetyo |

SETELAH melakukan serangkaian kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1), Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, para sosok berpengaruh itu menyampaikan masukan dan aspirasi terkait rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Secara garis besar, para tokoh mendukung program besar pemerintah. Hanya saja mereka ingin lebih banyak dilibatkan di dalamnya.

Baca juga: Presiden: Lampion Harapan Harus Tetap Kita Apungkan

Kepala Adat Dayak Kenya Ajang Tedung meminta segala kepentingan terkait masyarakat adat bisa dipenuhi. Adat istiadat dan kearifan lokal setempat juga harus dihormati dan dijunjung tinggi

"Dalam pembangunan fisik, masyarakat adat juga harus dilibatkan sebagai mitra kerja," ujar Ajang.

Hal senada diutarakan Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Syarifuddin. Ia meminta pemerintah memperhatikan dan memprioritaskan warga asli dalam proses pengembangan IKN.

"IKN ini jangka panjang, 15 tahun belum tentu selesai. Kami minta tolong diperhatikan SDM kami, supaya kami tidak kalah dengan saudara-saudara pendatang dari luar nanti. Penduduk Kalimantan adalah penduduk yang welcome, tapi kami juga harus bisa bersaing," ucapnya.

Adapun, Sultan Paser Muhammad Jarnawi berpesan kepada kepala negara agar hutan adat tidak diutak-atik. Pembangunan boleh dilakukan asal tidak mengorbankan kawasan yang telah menjadi warisan turun temurun masyarakat asli setempat.

"Hutan adat yang masih asli tetap dijaga sebagai peradaban. Manakala anak cucu kami nanti bertanya letak hutan di mana, insya Allah, hutan yang asli itu masih utuh di tempatnya," tutur Jarnawi.

Mewakili pemerintah Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Bappenas Taufik Hanafi mengungkapkan Presiden Jokowi sangat terbuka dengan sejumlah masukan yang datang dari para tokoh masyarakat.

"Tentu ada masukan-masukan yang sangat berharga, mulai dari pentingnya memperhatikan kearifan lokal, penguatan SDM, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah aspek budaya yang ini terus akan diperhatikan dan ditingkatkan di dalam pengembangan IKN mendatang," papar Hanafi. (OL-1)

BERITA TERKAIT