25 January 2022, 20:09 WIB

Senior Golkar Solid Usung Airlangga


RO/Micom | Politik dan Hukum

POLITISI senior Partai Golkar Idris Laena mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh senior partainya solid mendukung keputusan mengusung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi calon presiden (capres) pada 2024 mendatang.

Dia berkata, seluruh kader Partai Golkar dari level pusat hingga daerah solid mendukung keputusan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar 2019 tersebut.

"Faktanya, kader partai secara kelembagaan dari DPP, DPD provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, hingga kelurahan dan desa solid mendukung keputusan partai mengusung Airlangga Harttarto sebagai capres 2024," kata Idris, Selasa (25/1).

Menurutnya, pernyataan berbeda terkait sosok yang hendak diusung Golkar di Pilpres 2024 hanya bersifat pribadi kader tertentu saja.

Idris pun menyampaikan bahwa infrastruktur partai secara keseluruhan dari semua tingkatan sudah bergerak dengan baik untuk menyukseskan pencalonan Airlangga di Pilpres 2024 mendatang.

"Kalau pun ada yang berpendapat berbeda itu hanya satu atau beberapa orang yang berbicara secara pribadi," kata Idris.

Sejauh ini, seluruh kader kukuh menyatakan bahwa Golkar akan tetap mengusung Airlangga di Pilpres 2024 mendatang. Belum ada kader yang menyebut nama lain yang layak diusung partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono menyatakan mendukung pencalonan Airlangga di Pilpres 2024. Ia menyatakan, Airlangga memiliki sejumlah modal kuat untuk maju sebagai capres.

"Kita punya kewajiban mendukung dan mengawal Keputusan Munas Partai Golkar, Keputusan Mubes Kosgoro 1957, untuk mensukseskan Ketum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang," kata Dave dalam keterangan tertulis, Minggu (23/1).

Menurut Dave, kinerja Airlangga, baik sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian maupun sebagai Ketua Komite Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) sudah terbukti. Ia mengklaim Airlangga berhasil melakukan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.

"Pemerintah mampu menekan kendali pandemi Covid-19, sehingga secara paralel mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga tumbuh sebesar 7 persen pada triwulan II-2021," ujarnya.

"Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam kurun waktu 16 tahun terakhir," kata Dave. (J-1)

BERITA TERKAIT