24 January 2022, 08:51 WIB

Diduga Terima Suap, Mantan Kapolres OKU Timur Ditahan


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

MANTAN Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKBP Dalizon ditahan. Dia diduga menerima uang dari penyuap Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba) Sumatra Selatan (Sumsel) Dodi Reza Alex Noerdin, Suhandy.

"Info Kadiv (Propam) sudah dilimpahkan ke Bareskrim dan sudah diproses Dittipidkor dan saat ini (AKBP Dalizon) sudah ditahan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin (24/1).

Dedi mengatakan Dalizon ditahan sejak 8 Januari 2022. Saat ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) tengah memberkas perkara Dalizon untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Pencabutan Laporan Kekerasan Seksual di Serang Perlu DIselidiki Kepolisian 

"Berkas perkara sudah disusun untuk segera dilimpahkan ke JPU," ujar jenderal bintang dua itu.

AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres (OKU) Timur pada Desember 2021. Dia diduga melakukan pelanggaran kode etik dan profesi.

Keterlibatan Dalizon dalam kasus rasuah itu terbongkar dari keterangan saksi Herman yang dihadirkan dalam persidangan Bupati nonaktif Muba Dodi Reza Alex Noerdin. 

Herman mengungkap uang suap pengerjaan empat proyek di Muba juga mengalir ke kepolisian sebesar Rp2 miliar.

Uang suap yang bersumber dari Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy, itu disebut untuk pengamanan proyek Dinas PUPR Muba 2020 yang sempat bermasalah. 

Bahkan, menurut Herman, aliran fulus haram itu tidak hanya mengalir ke Polda Sumsel, namun juga Polres Muba.

"Lalu ada juga untuk kebutuhan Polres Muba, katanya tolong dibantu. Ke Kasat Reskrim Rp20 juta untuk support kebutuhan diberikan ke anak buah Kasat Reskrim. Belakangan baru diketahui uang itu dari Suhandy melalui Eddy Umari (Kabid Sumber Daya Air PUPR Muba," kata Herman dalam sidang beberapa waktu lalu. (OL-1)

BERITA TERKAIT