20 January 2022, 21:06 WIB

JJ Rizal: Sejarah Nama Nusantara Betolak Belakang dengan Semangat Demokrasi


Reporter: AGUS TAUFIK/Penulis: MUHARDI | Politik dan Hukum

PEMERHATI Sejarah JJ Rizal mengkritik pemberian nama Nusantara untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Dia menilai nama Nusantara bertolak belakang dengan hasrat demokratis yang ingin dibangun pemerintah. Nama nusantara lebih mencerminkan daulat tuanku daripada daulat rakyatku.

"Nusantara mana yang mencerminkan periode dan masa apa, jangan sampai justru nama nusantara yang ditolak oleh para pendiri bangsa," ujarnya di Jakarta, hari ini.

Baca juga: NasDem: UU IKN Tampilkan Karakter Hukum Progresif

JJ Rizal mengungkapkan pada awal abad ke 20, para pendiri bangsa menghidupkan kembali nama Nusantara untuk mengganti nama Hindia Belanda. Namun, nama Nusantara sangat pendek karena nama Nusantara setara dengan negara kolonial yang sifatnya subordinatif, diskriminatif dan eksploitatif.

"Seperti kata Bung Hatta, lebih mencerminkan daulat tuanku (radja) daripada daulat rakyatku," katanya.

Ia menjelaskan nama Nusantara merupakan refleksi dari pemerintah yang bersifat monolog daripada dialog, sehingga Nusantara yang terbangun merupakan Nusantara warisan negara konsentrik yang hidup dimasa Majapahit, kemudian menurun ke Mataram dan dihidupkan kembali oleh era Orde Baru. (OL-4)

BERITA TERKAIT