20 January 2022, 13:56 WIB

Prabowo Minta Peningkatan Keamanan Tangkal Terorisme dan Separatisme


 Tri Subarkah | Politik dan Hukum

MENTERI Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk meningkatkan kesiapan dan profesionalisme pertahanan keamanan untuk menangani terorisme, radikalisme, dan separatisme.

Selain itu, kesiapan juga diperlukan untuk bantuan kemanusiaan dan tugas misi perdamaian dunia, bencana alam, serta penanganan bahaya laten yang ada. 

"Serta keadaan darurat lainnya, termasuk ancaman chemical, biological, radiological, nuclear explosive," katanya saat membuka Rapat Pimpinan Kemenhan 2022 di Jakarta, Kamis (20/1). 

Arahan tersebut merupakan satu dari tujuh atensi yang dipaparkan dalam Rapim tersebut. Prabowo juga meminta adanya penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan negara lain, khususnya yang berada di Asia.

Kerja sama itu diharap bisa menciptakan rasa saling percaya antarnegara, membangun kemampuan pertahanan dan profesionalisasi TNI, memperkuat industri pertahanan, serta menunjang diplomasi dan kebijakan luar negeri. 

Atensi ketiga yakni mewujudkan pembentukan satuan produksi pada satuan-satuan TNI. Ini disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengoptimalkan TNI melalui oprasi militer perang dan operasi militer selain perang.

Lebih lanjut, Menhan meminta jajarannya menyiapkan wilayah pertahanan pulau-pulau besar secara mandiri dengan menyiapkan cadangan pangan, air, energi, serta sarana dan prasarana lain. Di samping itu, pengendalian selat-selat strategis juga perlu dilakukan. 

"Kita harus perkuat coastal misile defence system dan coastal survillance system untuk melaksanakan pengendalian selat-selat strategis," jelas Prabowo.

Atensi keenamnya adalah mewujudkan sinkronisasi penataan ruang pertahanan berupa ruang wilayah pertahanan, rencana rinci wilayah pertahanan, dan kawasan strategis nasional bagi kepentingan pertahanan dengan tata ruang wilayah provinsi, kabupaten, dan kota. 

Terakhir, Prabowo meminta agar evaluasi dan perbaikan di seluruh satuan kerja Kemenhan dan TNI dilaksanakan. "Kita harus berani untuk mewujudkan reformasi birokrasi sesuai dengan ruang masing-masing," pungkasnya. (Tri/OL-09)

BERITA TERKAIT