17 January 2022, 20:55 WIB

PDIP Undang Erick Thohir Ke Sekolah Partai, Bicara Soal Pilpres 2024?


Widhoroso | Politik dan Hukum

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengundang Menteri BUMN Erick Thohir ke Gedung Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1). Erick serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya diundang sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk 'Kopi Tanah Air'.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan menteri-menteri yang ada di dalam kabinet didorong untuk terus melakukan sinergitas demi kepentingan rakyat. Sehingga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) purna tugas pengabdiannya, maka akan meninggalkan sebuah jejak yang menggembirakan semua pihak.

"Jika para menteri didorong dan mampu melakukan sinergi untuk kepentingan rakyat, hal itu akan membuat legacy dari Presiden Jokowi sehingga pilpres 2024 akan dijalankan dengan baik karena kerja dan konsolidasi kerja sama dari seluruh jajaran pemerintahan negara kita. PDI Perjuangan tentu saja memberikan dukungan sepenuhnya," ungkap Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menilai, urgensi yang harus dilakukan PDIP saat ini adalah melakukan konsolidasi nasional. Sehingga, ke depannya akan terjaring nama-nama potensial yang akan diputuskan oleh PDIP melalui ketua umumnya.

"Bicara pilpres itu bukan hanya bicara calon presiden atau calon wakil presiden. Itu nanti. Itu Bu Mega (yang memutuskan) dalam mekanisme demokrasi kami,” jelas Hasto.

Yang penting, jelas Hasto, adalah bagaimana kita menyiapkan peristiwa demokrasi tersebut dengan bersama-sama berkontestasi ke bawah, di tengah rakyat, untuk berjuang meningkatkan kemajuan bagi bangsa dan negara.

Nama Erick Thohir dalam beberapa waktu belakangan di bursa survei politik selalu muncul dan meramaikan kontestasi pilpres. Dalam simulasi 12 nama calon wakil presiden, di awal Januari kemarin, nama Erick Thohir masuk ke dalam empat besar, bersaing dengan nama-nama yang lebih dulu terjun ke dunia politik seperti Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT