17 January 2022, 12:30 WIB

Negara Lain tidak Punya Pancasila, Kunci Tangani Pandemi Covid-19


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

SEMANGAT menegakkan nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kunci bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat covid-19. Hal tersebut sudah dibuktikan secara nyata ketika Indonesia keluar dari puncak gelombang delta yang menyerang pada pertengahan tahun lalu.

Kala itu, jumlah kenaikan kasus harian sempat menyentuh 56 ribu. Kamar-kamar bahkan lorong-lorong dan halaman rumah sakit penuh dengan pasien covid-19.

"Tetapi dengan semangat kerja sama, gotong-royong, bahu membahu, kita bisa melewati itu semua. Kemarin, kasus harian hanya 855. Dari 56 ribu kasus turun jadi 855 kasus," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi sambutan di Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/1).

Kepala Negara mengungkapkan kekuatan besar berupa Pancasila itu hanya dimiliki oleh Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, Jokowi mengaku kerap mendapat pertanyaan dari pemimpin-pemimpin negara lain. Mereka penasaran dengan formula apa yang digunakan Indonesia untuk menurunkan angka kasus di Tanah Air.

"Kita bisa menurunkan kasus secara drastis karena kita punya kekuatan gotong-royong. Pancasila kita ada di situ. Negara lain tidak punya. Mereka tidak punya rakyat di desa, di RT/RW yang secara sukarela menyediakan rumah untuk isolasi mandiri. Mereka tidak punya rakyat yang mau membantu memberi sembako ke orang-orang yang kesusahan akibat pandemi. Itu adalah implementasi nyata dari Pancasila," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, seluruh instansi terkait juga terus melakukan kolaborasi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BIN dan organisasi-organisasi masyarakat dan keagamanaan bekerja sama mengakselerasi program vaksinasi.

Hasilnya, sekarang sebanyak 297,5 juta dosis vaksin covid-19 sudah disuntikkan kepada masyarakat.

"Itu bukan angka yang kecil untuk negara serumit Indonesia, negara yang terdiri dari 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota. Ada yang harus naik perahu, ada yang harus naik motor untuk ke puncak-puncak pegunungan. Oleh karena itu, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan maksimal," tandas Presiden. (P-2)

BERITA TERKAIT