15 January 2022, 18:30 WIB

Kinerja Airlangga Disorot Kader Muda, Pakar : Akan Muncul Tokoh-Tokoh Muda Golkar 


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGAMAT Politik dari Paramadina Public Policy Institute Septa Dinata berpandangan, rencana roadshow Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) ke elit-elit beringin merupakan hal positif sebagai bentuk gerakan politik yang menandakan adanya regenerasi tokoh politik di partai tua itu. 

"Artinya, muncul tokoh-tokoh muda," ujar Septa dalam keterangannya, Sabtu (15/1). 

Septa meyakini bahwa elit-elit Golkar adalah politisi-politisi ulung yang akan menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi. Golkar dinilainya diuntungkan dengan kematangan elit-elitnya. 

"Tindakan-tindakan yang di luar dugaan mungkin saja terjadi. Kalau lah elit-elit ini bersepakat untuk menurunkan Airlangga, nanti lah siapa yang menjadi Ketum baru, nah itu saya kira akan lebih mudah," paparnya. 

Tapi Septa menegaskan, menurunkan dan mengganti Ketum adalah dua hal berbeda di Golkar yang membutuhkan energi luar biasa. Golkar, harus bisa cermat melihat opsi-opsi. 

Seperti diketahui, GMPG tengah berencana menggelar roadshow ke elit-elit Golkar untuk menyampaikan hasil evaluasi mereka atas kepemimpinan Airlangga Hartarto selama lebih dari dua tahun menjabat Ketua Umum. 

Baca juga : Generasi Muda Partai Golkar Minta Airlangga Tak Alergi Kritik

Beberapa catatan evaluasi GMPG meliputi citra Partai Golkar. GMPG mencatat, kepemimpinan Airlangga menegasikan citra Golkar yang eksklusif, oligarkis dan birokratis. Golkar bersih hanya menjadi wacana dan retorika karena banyak kader partai baik di eksekutif maupun legislatif terjerat kasus korupsi. 

Selanjutnya elektabilitas Golkar saat ini tak lebih tinggi dari elektabilitas 2017 lalu saat Golkar masih dipimpin Setya Novanto. Kala itu Golkar tembus 10.9%, sementara pada survei terbaru saat ini Golkar hanya mencapai angka tertinggi sebesar 10.8%. 

Penurunan juga terjadi pada kolektibilitas kursi hasil Pemilu dari 14,75% pada 2014 menjadi 12,31% pada 2019. Kemudian elektabilitas Airlangga sebatas nol koma. Baliho-baliho Airlangga yang tersebar sebagai instruksi DPP Partai terbukti tak memberi dampak siginifikan pada Airlangga, terlebih pada Golkar. 

GMPG mengenang petuah mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie bahwa elektabilitas partai adalah buah dari tertibnya konsolidasi. Tapi di masa kepemimpinan Ketum Airlangga, Golkar sepi konsolidasi, bahkan konsolidasi yang ada pun tak berjalan baik. 

Di tengah gaung politik 2024, GMPG menyebut mesin beringin tak berjalan dengan baik. Imbauan Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan Golkar agar kader menjaga soliditas sebagai penanda bahwa internal Golkar dalam keadaan rentan. (OL-7)

BERITA TERKAIT