14 January 2022, 22:09 WIB

Penyidikan Korupsi Satelit Kemhan Libatkan JAM-Pidmil


Ant |

PENYIDIKAN kasus dugaan korupsi pengelolaan satelit untuk Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAM-Pidmil) Kejaksaan Agung. Menurut Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Ardiansyah, koordinasi itu dilakukan karena kasus itu terjadi di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Tentu ada saksi-saksi juga yang kita periksa dari rekan-rekan kita di TNI," ujarnya di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (14/1).

Febrie mengatakan koordinasi dengan JAM-Pidmil diperlukan apabila pihaknya menentukan tersangka dari kalangan militer. "Dari hasil penyidikan ini kita lakukan gelar bersama dalam tentukan mana pihak yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Febrie.

Selama proses penyelidikan, pihak JAM-Pidsus sudah memeriksa 11 orang yang terdiri dari kalangan swasta maupun pihak Kemhan. Menurut Febrie, proses penyidikan juga nantinya akan menentukan apakah perkara itu nantinya bersifat koneksitas atau tidak.

"Ini akan kita tentukan apabila penyidik telah selesai mengumpulkan alat bukti, pada tahapan saat akan menentukan tersangka. Kita akan gelar perkara berasma dengan JAM-Pidmil," jelasnya.

Sementara itu, JAM-Pidmil Anwar Saadi membuka kemungkinan keterlibatan anggota TNI aktif dalam kasus tersebut. Hal itu juga telah disebut oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa usai bertemu dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Jumat (14/1) pagi.

"Panglima sudah mengatakan bahwa ada dugaan (keterlibatan militer aktif). Dugaan ini sejauh mana, nanti fakta hukum yang membuktikan hasil penyidikan dari fungsi pidana khusus. Kalau sudah demikian, baru kita koordinasikan lebih lanjut," terang Anwar. (OL-8)

BERITA TERKAIT