14 January 2022, 13:28 WIB

Presiden Resmikan Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bendungan yang dibangun sejak 2015 dengan biaya Rp1,44 triliun itu sudah selesai dan bisa difungsikan.

"Kita harapkan bendungan ini akan mendukung ketersediaan air di Sumbawa Barat, mendukung ketahanan pangan di Provinsi NTB, dan juga bisa memenuhi kebutuhan air baku, khususnya di wilayah-wilayah kering yang ada di Provinsi NTB," ucap Presiden saat peresmian, Jumat (14/1).

Presiden menyampaikan pemerintah terus membangun bendungan demi menyokong ketahanan pangan di seluruh provinsi. Pasokan air menjadi kunci dalam menjaga kebutuhan masyarakat termasuk untuk irigasi mengairi sawah-sawah.

"Kenapa ini kita bangun, bendungan bendungan ini? Ketahanan pangan, kemandirian pangan, kedaulatan pangan itu hanya akan bisa terjadi kalau di seluruh provinsi ini ada air. Kuncinya ada air dan air itu ada kalau kita memiliki bendungan yang sebanyak-banyaknya," ucap Jokowi.

Bendungan Bintang Bano ini memiliki kapasitas tampung besar yakni 76 juta meter kubik dengan luas genangan 256 hektare. Bendungan itu disebut mampu mengairi sawah hingga 6.700 hektare.

Bendungan Bintang Bano menjadi satu dari enam bendungan yang sudah dibangun di Provinsi NTB. Dua bendungan yang telah diresmikan sebelumnya pada 2018 yaitu Bendungan Tanju dan Bendungan Mila.

"Bendungan Bintang Bano ini adalah bendungan yang ke-29 yang telah kita resmikan sejak 2015 yang lalu. Insyaallah nanti pada akhir 2024, total bendungan yang akan diselesaikan adalah 57 bendungan di seluruh Tanah Air Indonesia," ujar Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam peresmian itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto.

BERITA TERKAIT