12 January 2022, 08:13 WIB

Elektabilitasnya Kalahkan Airlangga, Dedi Mulyadi Pilih Sibuk Kerja


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

INDIKATOR Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait calon presiden (capres). Dari temuan tersebut, kader Partai Golkar Dedi Mulyadi lebih dipilih oleh responden menjadi Presiden RI ketimbang ketua umumnya Airlangga Hartarto.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengaku tidak memikirkan hasil survei tersebut. Baginya, saat ini, yang terpenting adalah bekerja dengan baik sebagai wakil rakyat.

“Saya mah mikirnya hanya kerja sebagai anggota DPR,” ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (11/1).

Baca juga: Dedi Mulyadi Lebih Populer Dibanding Airlangga Hartarto, Mekeng : Dia Merangkul Masyarakat 

Bagi Wakil Ketua Komisi IV DPR itu, menjadi wakil rakyat saja dirinya sudah bersyukur. Karenanya, Dedi mengaku akan menjalankan tugas sebagai anggota dewan dengan sebaik-baiknya.

“Segini saja sudah uyuhan (masih untung),” katanya.

Adapun temuan Survei Indikator Politik Indonesia memaparkan ‘Top Of Mind Pilihan Presiden’. Di survei tersebut, Indikator mengajukan pertanyaan siapa yang dipilih oleh masyarakat menjadi Presiden RI jika Pilpres dipilih saat ini.

Diketahui, hasil survei Indikator mengungkapkan, elektabilitas Dedi mencapai 1%, sedangkan Airlangga 0,1% saat responden ditanya secara spontan soal pilihan presidennya tanpa ada opsi nama (top of mind). Nama Dedi tidak pernah masuk bursa calon presiden (capres) sebelumnya.

Rendahnya tingkat keterpilihan Airlangga tersebut juga tecermin dari pertanyaan lain soal capres dalam simulasi 33 dan 19 nama semiterbuka pada survei yang sama. Secara berturut-turut, Airlangga meraih 0,2% dan 0,9%.

Riset Indikator itu dilaksanakan pada 6-11 Desember 2021 dengan melibatkan 2.020 responden yang memiliki hak suara di 34 provinsi se-Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling yang terdisitribusi secara proporsional di seluruh provinsi.

Toleransi kesalahan (margin of error/MoE) survei ini sekitar kurang lebih 2,9%. Adapun tingkat kepercayaannya (level of confidence) sebesar 95%.

Hasil survei tersebut sebelumnya juga direspons Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Markus Mekeng. 

Dirinya mengakui, Dedi Mulyadi mendapatkan perhatian publik lebih baik ketimbang Airlangga Hartarto. Alasannya, Dedi intens mempublikasi berbagai aktivitasnya terjun ke lapangan di media sosial.

Oleh karena itu, anggota Komisi XI DPR itu berpesan kepada Airlangga Hartarto dan juga tokoh-tokoh lainnya untuk bisa berbenah diri menaikkan elektabilitas mereka.

“Kalau ada yang ingin jadi pemimpin dan masih di bawah (elektabilitasnya), ya, berubahlah gayanya supaya bisa menguber menjadi yang di atas. Semuanya, termasuk Pak Airlangga, karena ini fakta,” urainya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT