05 January 2022, 12:28 WIB

Purnawirawan Polri Tewas Usai Diikuti Debt Collector


Yakub Pryatama Wijayaatmaja |

PURNAWIRAWAN Polri berinisial Aiptu MM (64) ditemukan tewas di depan Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pejabat sementara (PS) Kanit Lantas Polsek Pancoran Iptu Deni Setiawan menyebut dari keterangan saksi, korban diduga tewas lantaran serangan jantung usai diikuti debt colector alias mata elang. 

Menurutnya, beberapa saksi sempat melihat korban diikuti dan berbincang dengan mata elang atau matel.

"Dari rekan kita dari Sudin ini sempat melihat korban sama mattel, mungkin dia syok atau gimana. Itu usianya korban 64 tahun, mungkin syok atau mungkin serangan jantung kita kurang pasti," papar Deni, Rabu (5/1).

Akibat pengejaran itulah membuat korban terkena serangan jantung dan meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal, Deni memaparian tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Bahkan, tidak ada tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas.  "Di lihat dari kekerasannya dari badan atau apa tidak ada," tandasnya.

Sebelumnya, petugas sekuriti Kantor Sudinhub Jakarta Selatan, David, mengatakan mayat korban itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB.

David mengungkapkan, pria yang diketahui bernama Munas Mulyadi itu sebelumnya sempat dikerubungi enam orang yang diduga debt collector.

Keenam debt collector ini menghampiri korban menggunakan 4 sepeda motor. 4 orang di antaranya berboncengan dua sepeda motor. 

Enam orang debt collector itu sempat terlibat pembicaraan dengan Munas Mulyadi, sebelum akhirnya korban ditemukan tergeletak.

 "Terus ada orang teriak bahwa ada yang pingsan, dan mereka (debt collector) sudah langsung pada kabur orang-orang itu ke arah Tendean," tutur David. (Ykb/OL-09)

BERITA TERKAIT