24 December 2021, 21:50 WIB

Wapres: NU Mitra Pemerintah dalam Membangun Bangsa 


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

GELARAN Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Lampung ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hasil Muktamar kali ini menetapkan Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU terpilih untuk periode masa jabatan 2021-2026. Muktamar juga menunjuk Miftachul Akhyar sebagai Rois Aam PBNU. 

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara muktamar yang berjalan selama tiga hari tersebut. 

“Hasil ini bagi pemerintah sangat menggembirakan, sangat menyenangkan karena bagi pemerintah NU selama ini dianggap dan dinyatakan sebagai mitra pemerintah yang paling setia di dalam membangun bangsa ini," ungkapnya saat penutupan Muktamar di Aula IAIN Radin Inten, Jumat. 

Hadir dalam acara penutupan muktamar diantaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Rais A'am PBNU terpilih masa khidmat 2021-2026 Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmat 2021-2026 Yahya Cholil Staquf, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Inten M. Mukri serta para pengurus NU pusat, wilayah, cabang dan internasional. 

Ma’ruf menyebutkan, Presiden Joko Widodo juga menyatakan saat membuka acara Muktamar pada Rabu (22/12) lalu. “Itu diakui oleh Presiden Joko Widodo kemarin bahwa NU telah banyak berjasa bagi bangsa ini," ungkapnya. 

Baca juga : Wapres: NU Organisasi Berpengalaman dapat Atasi Situasi Genting

Ma’ruf juga berharap agar hasil muktamar yang diperoleh dapat dijalankan dengan baik dan disikapi dengan kompak oleh seluruh pengurus NU. 

“Hasil muktamar ini bagi warga NU sesuatu yang harus disyukuri, karena NU adalah amanat yang harus kita jaga, yang harus kita pelihara. NU tidak boleh mengalami situasi sehingga terjadinya perpecahan, permusuhan, ketidak kompakan, sehingga membuat NU menjadi lemah," tegasnya. 

Menutup sambutannya, Wapres berpesan agar momentum muktamar ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk memperbaiki diri dan merumuskam langkah-langkah NU ke depan dalam membangun bangsa bersama pemerintah. 

“Momentum bermuktamar kita jadikan untuk melakukan islakh, memperbaiki langkah-langkah," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT