24 December 2021, 14:16 WIB

Jokowi Harap Masjid Perkokoh Kebangsaan, Kembangkan Kesejahteraan


Dhika kusuma winata |

PRESIDEN Joko Widodo berharap masjid tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah tapi juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan yang mencerdaskan. Masjid juga diharapkan berperan menjadi tempat untuk membangun persatuan dan memperkokoh kebangsaan serka mengembangkan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan gedung kantor Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) berlokasi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Jumat (24/12).

"Menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah bagi umat Islam tapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, sebagai pusat dakwah yang mencerdaskan, dan juga berfungsi sebagai tempat musyawarah untuk membangun persatuan, untuk memperkokoh ikatan kebangsaan, dan juga pusat pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucap Jokowi.

Kepala Negara menyatakan masjid memiliki peran penting dalam membangun peradaban Indonesia. Masjid bisa berperan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

"Masjid juga dapat menjadi tempat bagi umat untuk memperoleh informasi, memperdalam ilmu agama, dan wujud jadi amal kebaikan dan akhlak yang mulia, dan menyemai Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin," ungkapnya.

Baca juga: Menteri Agama Mencopot Dirjen

Presiden juga berharap masjid bisa membentuk masyarakat yang berdaya secara ekonomi, politik, maupun budaya. Presiden pun mengapresiasi usaha DMI dengan konsep memakmurkan dan dimakmurkan.

Presiden mengatakan ikhtiar memakmurkan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi pengangguran, memberantas kemiskinan, dan menekan ketimpangan.

"Saya juga setuju bahwa ikhtiar Dewan Masjid Indonesia untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid karena itu masjid harus difungsikan sebagai penguat ekonomi umat," ucapnya.

Dalam peresmian gedung baru DMI tersebut turut hadir Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Presiden Jokowi berharap kantor permanen tersebut diharapkan membuat DMI dapat bekerja dengan lebih semangat. Selama ini, imbuh Jokowi, kantor DMI selalu berpindah-pindah dan menyewa. Presiden menyebut lokasi gedung baru saat ini merupakan hibah pemerintah dari sitaan aset BLBI.

"Saya berharap kantor baru ini akan menjadikan DMI makin semangat," ucap Jokowi.

Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan persoalan kemakmuran umat menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Dia menyinggung banyak masjid dibangun megah tapi lingkungan sekitarnya berbeda.

JK menyatakan masjid memiliki potensi besar sebagai penguat ekonomi. Se-Indonesia, ada sekitar 800 ribu masjid dan musala. Karena itu, JK menyatakan DMI berpedoman untuk memakmurkan masjid dan masjid juga memakmurkan masyarakat di sekitarnya.

"Tanpa memakmurkan masyarakatnya tentu fungsi masjid itu belum sempurna," ucap JK.

JK turut menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah yang telah memberikan lahan untuk digunakan. JK mengatakan DMI sudah berkali-kali berpindah lokasi lantaran DMI belum memiliki kantor milik sendiri. (OL-4)

BERITA TERKAIT