21 December 2021, 21:11 WIB

Ini Alasan Kejaksaan Tuntut Hukuman Mati Heru Hidayat


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

KEJAKSAAN Agung menegaskan, terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Heru Hidayat tidak memiliki empati sedikit pun dengan beritikad baik mengembalkan hasil kejahatannya secara sukarela. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak juga menyebut bahwa Heru tidak pernah menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah salah. 

"Bahkan telah dilakukan berulang-ulang karena beranggapan bahwa transaksi di pasar modal yang dilakukannya adalah perbuatan perdata yang lazim dan lumrah," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (21/12). 

Baca juga : Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi di Kalimantan Barat

Padahal, lanjut Leonard, banyak pihak yang telah dirugikan atas rasuah yang dilakukan Heru. Sebelum kasus ASABRI, Heru juga melakukan kejahatan sejenis di megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya. Dari dua kasus tersebut, total kerugian negara yang dinikmati Heru mencapai Rp23,372 triliun. 

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Heru dengan pidana mati. Dalam kasus Jiwasraya yang telah diputus sebelumnya, Heru divonis bersalah dan telah dijebloskan ke penjara untuk menjalani hukuman pidana penjara seumur hidup. 

Heru didakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait kasus ASABRI yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun. Adapun atribusi yang dinikmati Heru lebih dari separuh total kerugian, yakni mencapai Rp12,643 triliun. (OL-7)

BERITA TERKAIT