09 December 2021, 10:25 WIB

Presiden: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Harus Lebih Baik


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan seluruh aparat penegak hukum, mulai dari KPK, Polri hingga Kejaksaan Agung untuk melakukan cara-cara yang luar biasa untuk memberantas korupsi dari Tanah Air. Presiden ingin Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami perbaikan pada tahun ini.

Sebagaimana diketahui, dalam Indeks Persepsi Korupsi yang dirilis Transparency International Indonesia (TII), Indonesia hanya menempati peringkat 102 dari 180 negara.

Sementara, negara tetangga seperti Malaysia sudah di peringkat 57, dan Brunei Darussalam di posisi 35. Bahkan, Singapura jauh di atas yakni di urutan ke-3.

"Kalau dibandingkan negara-negara tetangga, ranking persepsi korupsi kita masih perlu diperbaiki," ujar Jokowi dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/12).

Baca juga: Yuk Mengenal Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Kendati peringkat Indonesia di level internasional masih buruk, kepala negara menyebut situasi penanganan korupsi di dalam negeri sudah semakin membaik.

Itu ditandai dengan semakin tingginya Indeks Perilaku Antikorupsi sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik. Pada 2021, Indeks Perilaku Antikorupsi di Tanah Air mencapai 3,88. Angka tersebut naik dari capaian tahun sebelumnya yakni 3,84 dan di 2019 yang hanya 3,7. (P-5)

BERITA TERKAIT