08 December 2021, 14:50 WIB

Korupsi Turunkan Kinerja Ekonomi dan Demokrasi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, korupsi dapat menurunkan kinerja ekonomi dan menurunkan kinerja dari sistem demokrasi yang dianut Indonesia. Menurutnya, praktik yang merugikan itu akan berdampak besar bagi bangsa.

"Korupsi dengan demikian akan menurunkan kinerja ekonomi dan tentu akan menurunkan kinerja dari sistem demokrasi atau representasi," ujarnya dalam Peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia 2021, Rabu (8/12).

Sri Mulyani bilang, korupsi layaknya penyakit akut yang mesti ditangani dan dihilangkan dari sendi-sendi kehidupan. Bila praktik lancung itu dibiarkan, ditakutkan perilaku korupsi menjalar hingga mengakar ke seluruh masyarakat.

"Ini adalah suatu penyakit yang ada dan bisa menghinggapi serta menggerus fondasi suatu masyarakat dan negara jadi bahanya sudah sangat nyata," jelasnya.

Di samping itu, menurutnya, korupsi dapat menyusutkan kegiatan-kegiatan produktif dari sisi perekonomian. 

"Korupsi akan menyebabkan ketiadaan kegiatan-kegiatan yang produktif dalam bentuk investasi. Karena siapa pun yang memiliki capital, dia akan berpikir seibu kali apakah dia bisa melakukan kegiatan produktif tanpa dia menjadi korban dari korupsi yang merajalela," terangnya.

Baca juga: Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Tetapkan Kepala Dinas ESDM sebagai Tersangka Korupsi Tambang

Korupsi yang marak dan masif juga akan menimbulkan kesenjangan kesejahteraan yang langgeng. Karenanya, itu mesti ditangani dan dicegah sebelum menjelma menjadi norma yang diadopsi masyarakat.

Ani, sapaan karib Sri Mulyani itu tak menampik Indonesia terancam dari dampak korupsi. Dia bilang, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah yang semestinya bisa menyejahterakan rakyat.

Namun faktanya, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kelaparan dan kesulitan mengakses kebutuhan hidup dengan layak.

Ani menambahkan, korupsi bisa dicegah dan diatasi dengan membangun sistem yang lebih kuat dan berdaya tahan menghadapi perilaku tercela itu. Budaya, perilaku, dan integritas dikatakan dapat menjadi fondasi kritikal melawan perilaku korupsi. (A-2)

BERITA TERKAIT