05 December 2021, 18:55 WIB

Kiai Sepuh Solid Dukung Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

SEJUMLAH kiai sepuh menggelar pertemuan dengan Rais Aam PB Nahdlatul Ulama, KH Miftachul Akhyar, di Kediaman KH Nurul Huda Djazuli, Ploso, Kediri, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Mereka sepakat untuk tetap segaris dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar.

“Kiai harus bareng-bareng. Tidak boleh sendiri-sendiri, (harus) bersama dengan Kiai Miftachul Akhyar,” ujar Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Mansyur saat bersilaturahmi dengan Rais Am PBNU dan sejumlah kiai sepuh tersebut. 

Baca juga: Habisnya Masa Jabatan Akan Mengubah Peta Dukungan Politik

Menurut Anwar Mansyur, Rais Aam adalah representasi kiai-kiai pesantren. Pendapat senada disampaikan Wakil Rais Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Anwar Iskandar, yang hadir secara daring karena sedang tidak berada di Kediri.

“Yang namanya kiai itu posisinya tertinggi di pesantren. Bahkan Kiai punya hak veto. Kalau lurah (pengurus) pondok salah, dia bisa langsung diveto. Begitu juga Rais Aam itu posisinya seperti itu. Pengurus PBNU wajib menurut,” kata Anwar Iskandar.

KH Nurul Huda Djazuli mengatakan, Rais Aam KH Miftachul Akhyar adalah titipan para kiai-kiai sepuh untuk memimpin NU. Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso itu berharap kebijakan Rais Aam PBNU juga didengarkan dan dipatuhi para pengurus PBNU.  “Pengurus PBNU harus selalu mendengarkan Rais Aam,” kata dia.

Dalam pertemuan ini juga turut hadir sejumlah kiai muda atau gus. Di antaranya adalah Gus Saifullah Yusuf, Gus Fahim Rouyani (Ploso), Gus Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Ploso), Gus Atho'illah Sholahuddin Anwar (Lirboyo), Gus Fahrurozi (Malang), Gus Abdussalam Shohib (Jombang). (RO/A-3)

BERITA TERKAIT