04 December 2021, 08:25 WIB

Hasil Perundingan Linggarjati Awal Kemerdekaan RI


Muhammad Bintang Rizky | Politik dan Hukum

PERUNDINGAN Linggarjati merupakan suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan.

Isi kesepakatan dari perjanjian linggarjati

Berikut isi kesepakan perjanjian Linggarjati yang dikutip lewat buku Sejarah Nasional dan Sejaran Umum, Penerbit Angkasa (1995):
1. Belanda mengakui secara de facto atas wilayah Jawa, Sumatera dan Madura
2. Pemerintah Belanda dan Indonesia sepakat membentuk RIS atau Republik Indonesia Serikat pada 1 Januari 1949
3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan pesertanya RIS, Nederland, Suriname Curacao dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya

Dampak yang terjadi setelah melakukan perjanjian linggarjati:

Dampak positif :

1. Citra Indonesia di mata dunia semakin kuat, dengan adanya pengakuan Belanda terhadap
2. Kemerdekaan Indonesia.
3. Belanda mengakui negara Republik Indonesia atas kuasa Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera secara de facto.
4. Selesainya konflik antara Belanda dan Indonesia.

Dampak Negatif:
1. Indonesia hanya memiliki wilayah kekuasaan yang kecil. Selain itu Indonesia harus mengikuti persemakmuran Indo-Belanda.
2. Memberikan waktu Belanda untuk mempersiapkan melanjutkan agresi militer.
3. Perjanjian ini ditentang oleh sejumlah masyarakat, seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakjat Sosialis.
4. Dalam perundingan tersebut, Sutan Syahrir telah dianggap memberikan dukungan pada Belanda. Sehingga membuat anggota dari Partai Sosialis dan KNIP mengambil langkah penarikan dukungan pada 26 Juni 1947

Tokoh yang terlibat dalam perundingan Linggarjati:

Di pihak Indonesia adalah:
1. Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia
2. Amir Sjarifuddin, Menteri Pertahanan
3. Johannes Leimena

Pihak Belanda terdiri dari:
1. Willem Schermerhorn, Perdana Menteri Belanda tahun 1945-1946
2. F. De Boer, politikus Partai Liberal
3. Max van Poll, politisi Partai Katolik  
4. Hubertus van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. (OL-13)

BERITA TERKAIT