25 November 2021, 15:30 WIB

PWNU Jabar Minta Muktamar Diundur Sesuai Kesepakatan 9 Kiai Sepuh


Rudy P | Politik dan Hukum

KETUA PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad menyatakan akan berkirim surat memberikan masukan kepada Pengurus Besar Nhadlatul Ulama (PBNU) agar Muktamar ke-34 diundur ke Jaanuari 2022. Alasannya, sebut Juhadi, dikhawatirkan angka covid-19 di Tanah Air akan melonjak sehingga membuat persiapan panitia muktamar tidak maksimal. Sedianya, muktamar pada 23-15 Desember. “Saat ini pemerintah masih belum memperbolehkan kerumunan karena masih pandemi Covid-19 dan agar persiapan panitia juga maksimal saya setuju baiknya diundur saja. Ini sesuai arahan sembilan kiai sepuh ke PBNU," kata Juhadi, Kamis (25/11).

Walaupun muktamar diundur, lanjut Juhadi, hal itu tidak memengaruhi roda organisasi PBNU karena tetap berjalan baik dan normal. "Muktamar diundur tidak ada mudaratnya terhadap PBNU apalagi ke PW dan PCNU, dan secara organisasi juga masih berjalan dengan baik, kondusif, dan kompak," ujar Juhadi.

Terkait adanya pihak yang ingin muktamar dimajukan, Juhadi menegaskan tetap terbuka terhadap opsi tersebut sepanjang alasannya masuk akal, bisa diterima semua piham dan bukan didasari kepentingan pribadi. Di sisi lain, Juhadi mengajak kepada para pengurus PCNU dan PWNU untuk taat dan patuh pada arahan kiai sepuh. Ia meyakini para kiai sepuh ini ikhlas dan tidak ada kepentingan pribadi di NU 

"Siapapun yang jadi Ketua Umum PBNU adalah orang pilihan yang bisa membawa kemaslahatan untuk umat. Saya mengajak semua pengurus NU dari pusat sampai ranting untuk taat dan patuh dengan arahan kiai Sepuh dan kita doakan Ketua Umum PBNU terpilih nanti semoga bisa membawa kemaslahatan umat," pungkasnya. 

Sembilan kiai sepuh mengusulkan Muktamar Ke-34 NU diundur pada akhir Januari 2022 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Ke-39 NU. Usulan tersebut merupakan hasil kesepakatan sembilan kiai sepuh yang bertemu di Jakarta, Rabu (24/11).

Hadir dalam pertemuan itu K.H. Farid Wadjdy dari Kaltim, K.H. Abdul Kadir Makarim (NTT), K.H. Bun Bunyamin (Jabar), K.H. Muhshin Abdillah (Lampung), K.H. Anwar Manshur (Jatim), K.H. Abuya Muhtadi Dimyati (Banten), K.H. Kharis Shodaqoh (Jateng), Buya Bagindo Leter (Sumbar), dan K.H. Manarul Hidayat (Jakarta).

"Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama dilaksanakan dengan persiapan yang maksimal dan optimal. Oleh karena itu, idealnya Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama dilaksanakan pada akhir Januari 2022 bertepatan dengan Harlah Ke-96 NU," demikian bunyi salah satu kesepakatan tersebut.

Para kiai sepuh juga berharap agar Muktamar Ke-34 NU dapat berlangsung secara kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan, termasuk mengedepankan suasana teduh, aman, damai, dan harmonis. Hingga saat ini PBNU belum memutuskan untuk memajukan atau memundurkan Muktamar NU dari jadwal semula. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT