23 November 2021, 18:28 WIB

Panglima TNI: Polres Bandara Jangan Takut Usut Cekcok Anak Jenderal


Reporter: Putri Lukman/Penulis: Irvan Sihombing | Politik dan Hukum

PANGLIMA TNI Jenderal Andika Perkasa sudah mengetahui perihal viralnya video seorang perempuan mengaku sebagai anak jenderal bintang tiga yang bersitegang dengan politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan. TNI sedang menelusuri kebenaran video tersebut.

"Sejak kemarin malam (Senin), Polisi Militer (Puspom TNI) sudah melakukan penelusuran dan telah berkoordinasi dengan Polres Bandara," kata Andika di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/11).

Menurut dia, sanksi akan dijatuhkan bila ada keterlibatan anggota militer. Namun, bila sebatas keluarga militer, TNI tidak bisa berbuat banyak karena itu masuk ranah peradilan umum.

"Belum tentu disanksi. Tapi kalau keluarga besar TNI masuk warga masyarakat. Nah, itu proses hukumnya ada di peradilan umum. Kami hanya proses hukum anggota TNI," ujar mantan KSAD tersebut.

Sebelumnya, viral video video seorang perempuan mengaku sebagai anak jenderal bintang tiga. Ia terlihat membentak ibu Arteria Dahlan termasuk juga terlibat adu mulut dengan Arteria di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (21/11).

Video tersebut pertama kali diunggah Anggota DPR Ahmad Sahroni melalui akun Instagram @ahmadsahroni88, sehari kemudian. Arteria pun membenarkan video yang beredar tersebut. Ia bahkan mengaku hampir dihajar oknum intel kodim suruhan perempuan yang mengklaim sebagai anak jenderal.

"Saya kemarin dihadap-hadapkan sama yang namanya katanya protokoler dari pihak mereka, ternyata intel kodim pakai rambut panjang. Untung, orangnya tadinya tuh disuruh untuk menghajar saya tuh, kurus badannya. Sudah begini (reka adegan) begitu," kata Arteria di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Setelah insiden itu, lanjut Arteria, sang perempuan kemudian hendak memasuki mobil berplat dinas TNI dan sempat menyuruh para intel Kodim menghajar anggota Komisi III DPR RI itu. Baik Arteria dan perempuan anak jenderal bintang tiga itu sama-sama sudah melaporkan aksi cekcok ke Polres Bandara.

Lebih jauh Andika mengatakan, Polres Bandara jangan takut dengan adanya ancaman ataupun tekanan. Ia sudah memerintahkan Komandan Pusat Polisi Militer TNI untuk langsung menelusuri hingga ke Polres Bandara.

"Komandan Pusat Polisi Militer melakukan penelusuran. Tadi pagi lapor dengan pihak Polres Bandara. Jadi kita siap menerima laporan dari pelapor (Arteria) ini seandainya ada tekanan atau apapun," tegasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT