23 November 2021, 18:03 WIB

Ikatan Mahasiswa NU Gelar Demo di Istana Presiden Kecam Intervensi Menag di Muktamar


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) menggelar unjuk rasa di depan Istana Presiden, Jakarta, Selasa (23/11). Para mahasiswa menganggap campur tangan Kementerian Agama dalam rencana pelaksanaan Muktamar ke-34 NU sudah tidak lagi mencerminkan netralitas sebuah lembaga negara. 

Massa mengecam Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas yang diduga mengintervensi Mukhtamar NU ke-34 yang akan diselenggarakan di Lampung pada Desember tahun ini. Para mahasiswa meminta Presiden Joko Widodo mereshuffle Yaqut karena menyalahgunakan kewenangannya.

"Bukti sudah ada dalam peran melakukan sabotase. Kami eminta kepada beberapa oknum agar tidak memecah belah NU dengan statmen. Padahal bukan panitia atau pengurus PBNU. Lalu berbagai macam, seperti membooking 7 hotel di Lampung mengatasnamakan Kemenag, melakukan kegiatan dialog kerukunan internal umat beragama di Hotel Aria Barito. Hal ini sudah menjadi bukti kuat sebagai dasar untuk di reshuffle," ujar Rosi, salah satu peserta aksi.

Dugaan Kemenang memborong kamar hotel di Lampung disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi. Irfandi menilai tindakan oknum Kemenag itu berdampak buruk pada pelaksanaan Muktamar NU. Pasalnya, panitia kesulitan menyediakan fasilitas kepada para tokoh NU dan para tamu dari penjuru nusantara yang akan menghadiri Muktamar. 

Di sisi lain, kabar ini sudah dibantah Kabiro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama, Thobib Al-Asya. Kemenag Lampung, kata dia, tidak memesan kamar-kamar tersebut. Sama halnya dengan Kemenag pusat di Jakarta.

Selain itu, mahasiswa juga menuding Yaqut melakukan intervensi dengan menggerakkan jajarannya agar mendukung Calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Yahya merupakan kakak kandung dari Menag.

"Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa ASN di tingkat instansi pemerintah manapun harus bersikap netral dalam berpolitik. Setiap ASN tidak boleh berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, serta tidak boleh ikut berkampanye dengan menggunakan fasilitas negara," tandas Abror, peserta aksi lainnya. 

Adapun Ketua DPP Partai NasDem yang juga kader NU Effendy Choirie atau Gus Choi mengharapkan Muktamar NU yang rencananya dilaksanakan akhir Desember 2021 di Lampung berlangsung dalam suasana yang sejuk, damai, tanpa intevensi dan mahar. 

Terpisah, panitia akan meminta PBNU untuk menetapkan apakah Muktamar NU di Lampung dimajukan atau diundur terkait adanya kebijakan PPKM selama Natal dan Tahun Baru.  Wakil Ketua Panitia Muktamar ke-34 NU Ahmad Ishomuddin mengatakan, apapun keputusan yang diambil oleh PBNU, pada prinsipnya panitia pusat, daerah maupun lokal tetap akan mematuhi kebijakan yang dikeluarkan  (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT