17 November 2021, 13:50 WIB

Senator: Nasib Prajurit TNI/POLRI Ada di Kejaksaan RI


Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum

JUMLAH personil Prajurit TNI sekitar 400 ribu dan Anggota Polri sekitar 500 ribu, mereka semuanya secara sukarela mengikhlaskan gajinya yang tidak seberapa dipotong untuk iuran Asabri. Harapannya akan dikelola dengan baik sehingga dimasa pensiun bisa mendapatkan pensiunan untuk menunjang masa tuanya dan masa depan keluarganya,

"Namun, ternyata amanah dari seluruh penjaga republik ini disia-siakan dan malah dirampok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dana yang semestinya dikelola dengan baik, diinvestasikan pada perusahaan-perusahaan yang baik pula, ini malah justru digunakan untuk membeli saham bodong, foya-foya, berjudi, membeli asset diluar negeri, yang nilainya trilyunan," sesal Anggota komite 1 DPD RI, DR. Abdul Rachman Thaha. SH., MH dalam keterangannya, Rabu (17/11).
 
Karena itu, jelad dia, Asabri rugi sebesar Rp22,7T, sehingga prajurit yang telah menggantungkan harapannya terancam tidak akan menerima dana pensiun.

Baca Juga: Eks Dirut ASABRI: Benny Tjokro Bisa Bantu Kembalikan Uang ...

Upaya Kejaksaan hari ini untuk membantu memberi harapan kepada para prajurit telah melakukan penyitaan asset sebesar Rp13.550.204.158.101,11 (tiga belas trilyun lima ratus lima puluh milyar dua ratus empat juta seratus lima puluh delapan ribu seratus satu rupiah sebelas sen). Dengan demikian bisa menumbuhkan kembali harapan para prajurit TNI POLRI, yang sempat redup.

"Saya selaku Anggota DPD RI komite 1 yang mitra kerja penegakan hukum sangat mengapresiasi kinerja Jaksa Agung beserta personilnya yang mampu mengungkap tabir suatu kejahatan uang prajurit TNI POLRI, mari kita bersama mendukung, mengawal dan menjaga langkah-langkah Jaksa Agung untuk menuntaskan kasus ASABRI ini, Jaksa Agung teruslah bekerja demi penyalamatan uang rakyat, tidak perlu dengarkan isu-isu hari ini yang berkembang, begitu pun kepada Saudara Presiden tidak perlu mendengarkan suara-suara gamblang yang selalu memojokkan Jaksa Agung. Kami yakin Jaksa Agung mampu menyelesaikan perkara tersebut. Ini kan segelintir orang yang punya nafsu birahi untuk menjatuhkan seorang Jaksa Agung sehingga mereka bisa melenggang untuk merebut posisi Jaksa Agung," papar senator dari Sulteng ini.

Setelah aset yang disita, Thaha meminta kejaksaan segera melelangnya atau ada mekanisme lain dan solusinya sehingga prajurit ini mendapatkan kepastian semuanya. (OL-13)

Baca Juga: Kejagung Sita Hotel Lafayette di Jogja Terkait Kasus Asabri

BERITA TERKAIT