16 November 2021, 22:23 WIB

Apa Kabar Revolusi Mental? Ini Kata Pengamat 


Putra Ananda | Politik dan Hukum

SEJAK awal pemerintahannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membawa narasi atau gagasan revolusi mental. Bahkan Jokowi meminta masyarakat Indonesia agar tidak menjad bangsa dengan mental inlader atau mental terjajah sehingga bisa bersaing dengan bangsa lain. 

Pengamat Politik dari Universitas Pasundan Nunung Sanusi menilai gagasan revolusi mental yang saat ini dibawa dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) membawa banyak dampak positif bagi bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Gagasan revolusi mental secara historis juga sempat digelorakan oleh bapak bangsa, Presiden Soekarno medio 1957. 

"Dalam visi kebangsaan yang hendak melakukan percepatan, revolusi mental merupakan sebuah gagasan yang besar. Apalagi, ke depan kita akan menyongsong perubahan global," ucap Nusa, ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (16/11). 

Salah satu wujud revolusi mental yang dibangun adalah dengan mengajak generasi muda untuk turut serta dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya seruan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Papua. 

Nusa menegaskan, ajakan untuk melibatkan mahasiswa dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua merupakan wujud integritas sekaligus gotong royong generasi muda di sana dalam membangun tanah kelahirannya. 

"Sebagai Menteri sekaligus akademisi, Pak Muhadjir pasti memiliki gagasan besar untuk memajukan bangsa dengan memiliki kesadaran diri sebagai bangsa yang kuat dan besar. Hal ini, tak terlepas dari sosok beliau sebagai seorang pengajar," jelasnya. 

Baca juga : Besok, Presiden Lantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI

Selain itu, semangat revolusi mental juga perlu didukung oleh seluruh komponen. Dalam implementasinya, yaitu menggerakkan infrastruktur politik hingga tingkat RT. Terbukti, dukungan tersebut terwujud dalam bentuk gotong royong masyarakat saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. 

"Indikator keberhasilan dari revolusi mental bisa kita lihat dari pandemi Covid-19 sekarang. Masyarakat kita mampu menampakkan mental yang kuat, tangguh, bahkan tumbuh solidaritas, gotong royong, saling membantu sama lain di tengah berbagai himpitan dan tekanan dari Covid - 19," tuturnya. 

Dirinya berharap, ke depan gerakan revolusi mental mampu merubah pemikiran masyarakat secara kolektif. Dari mental yang terbiasa menerima apa adanya, menjadi mental progresif, inovatif dan kreatif. 

Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, peran perguruan tinggi merupakan yang paling vital untuk mendukung beragam program kebijakan yang telah dicanangkan pemerintah. Termasuk, dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. 

"Jadi saya harap agar para mahasiswa di perguruan tinggi dengan keilmuannya dapat diterapkan langsung kepada masyarakat," ujar Muhadjir. (OL-7)

BERITA TERKAIT