16 November 2021, 06:52 WIB

Riset CSIIS: Prabowo, AHY dan Listyo Kandidat Kuat Capres dari TNI/Polri


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

RISET yang dilaksanakan Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) menyebutkan, Prabowo Subianto, AHY dan Listyo Sigit Prabowo menjadi kandidat kuat calon presiden dari unsur TNI/Polri.

Direktur Ekskutif CSIIS, Moh Sholeh Basyari, dalam keterangen tertulis di Jakarta, menjelaskan, 25 persen responden memilih Prabowo, sebagai mantan calon presiden dua pemilu sebelumnya.

"Posisi Prabowo bisa disebut stagnan. Electoral Prabowo juga tidak meningkat. Sebagian masjid dengan komunitas NU menjagokan Prabowo, tetapi secara mayoritas, jamaah masjid NU tidak sefrekwensi dengan pendiri Partai Gerindra itu," jelas Basyari yang dikutip, Selasa (16/11).

Selanjutnyah terdapat nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 20 persen pilihan responden. Basyari menegaskan posisi AHY tidak mengejutkan, karena ada kharisma Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menjelaskan sejumlah masjid di perkotaan dengan dominan jamaah milenial mengidolakan AHY untuk maju capres 2024.

Peringkat ketiga terdapat nama Listyo Sigit Prabowo dengan 15 persen pilihan responden. Ia mengatakan jenderal polisi itu cukup populer dan banyak dikenal karena pikiran, konsep maupun ide-idenya.

"Diantara sejumlah ide-ide Listyo Sigit dengan masuknya kitab kuning di lingkup polri, refresh tentang tiga jenis polisi, restorative justice, serta responnnya yang cepat atas sejumlah pelanggaran yang dilakukan personil kepolisisan di lapangan," kata dia.

Kemudian nama Jenderal TNI Andika Perkasa dengan 15 persen pilihan responden. Jenderal TNI AD kelahiran Malang, Jawa Timur itu sangat popular di masjid Sabilillah, masjid NU terbesar di Malang Raya. Sholeh menegaskan di masjid-masjid yang menjadi kantong NU, Menantu Jenderal TNI (Purn) (Hor) Hendropriyono, memiliki tingkat elektabilitas mentereng.

"Selain itu, sejumlah nama dengan tingkat keterpilihan di bawah 10 persen yakni Gatot Nurmantyo, Tito Karnavian, dan Luhut Panjaitan," kata dia.

Jajak pendapat yang dilakukan CSIIS dilakukan serentak di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Bandung, Semarang, dan Solo.

Data Survei diambil dengan cara wawancara berkedalaman secara tidak langsung, responden tidak dalam posisi mengetahui bahwa dia tengah diambil datanya.

Contoh dipilih secara purposive yang dimaksudkan untuk mendapatkan orisinalitas data dari responden dan dihindari kemungkinan melebar.

Responden merupakan jamaah masjid yang selesai menunaikan shalat Jumat. Model ini adalah adaptasi dari exit poll yang diambil dari pemiih setelah keluar dari bilik suara. Exit prayer adalah data diambil setelah responden keluar dari masjid setelah selesai shalat jumat.

Selain itu, responden berasal dari sejumlah jamaah masjid dengan tingkat homogen yang tinggi prosentasenya. Homogenitas masjid dideteksi dari tema khutbah, komposisi jamaah hingga praktek keagamaan yang khas. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Gerindra Sumsel Optmistis Prabowo Menang di Pilpres 2024

BERITA TERKAIT