13 November 2021, 17:49 WIB

Mengupas Pemikiran Soekarno yang Relevan dengan Masa Kini


Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum

GUNTUR Soekarnoputra kembali menorehkan pemikiran-pemikirannya tentang Presiden pertama RI, Soekarno, lewat buku. Putra pertama dari pasangan Soekarno dan ibu negara Fatmawati itu menulis tentang sisi kehidupan serta cara pandang ayahnya semasa hidup.

Buku berjudul Catatan Merah dari Putera Bung Karno jilid dua menjadi titik lanjutan cerita tentang sosok Soekarno. Sebelumnya, Guntur telah menulis buku dengan judul yang sama dan satu buku bertajuk Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku.

"Papa produktif sekali selama pandemi covid-19. Hasil pemikiran dan analisanya itu tentunya sering didiskusikan dengan teman-temannya dan selama pandemi ini ternyata papa itu bisa menerbitkan tiga buku," kata putri Guntur, Puti Guntur Soekarno, dalam acara peluncuran buku tersebut secara virtual, Sabtu (13/11).

Puti sedikit mengupas mengenai isi buku tersebut. Buku itu terdiri dari tiga bab, yakni ideologi, politik dalam serta luar negeri, dan humaniora.

Terkait bab ideologi, kata Puti, Guntur menulis tentang sisi religius Soekarno saat pertemuan dengan pemimpin umat Katholik. Lalu, terkait radikalisme antara makna kekerasan dan radikal revolusioner.

Pada bab kedua mengupas mengenai situasi politik di dalam dan luar negeri yang merupakan hasil pengamatan Guntur. Selain itu, Guntur juga mencuplik mengenai fenomena korupsi pada bab tersebut.

"Melawan setan korupsi, yang berarti sangat relevan dan kekinian sekali," ujar Puti.

Pada bab terakhir, Guntur menyinggung mengenai kondisi pandemi covid-19. Dia menghubungkan kondisi pandemi dengan perang pamungkas Barata Yudha.

Baca juga: Marah-marahnya Risma dan Soekarno

Puti menuturkan tulisan yang dibuat oleh ayahnya selalu mengambil referensi dari berbagai buku. Ini yang menjadi pemikiran asli Guntur karena tidak bergantung pada mesin pencari digital seperti Google.

"Karena keseharian papa di depan semua buku, sampai kadang-kadang saya bilang kok ruang buku jadi kayak ruang duduk dan itu memang referensi papa sampai saat ini," ujar Puti.

Istri Guntur, Henny Emilia Hendayani, juga mengungkap bagaimana keseharian suaminya saat menggarap tulisan-tulisannya. Menurut Henny, pemikiran tentang Soekarno begitu mudah dituangkan dalam tulisan.

"Bagaimana mengenai peristiwa-peristiwa dengan Bung Karno itu semuanya di luar kepala, itu yang saya merasa kagum juga," kata Henny.

Dia mengajak untuk generasi muda untuk membaca Catatan Merah dari Putera Bung Karno jilid dua. Sebab, buku itu memuat pemikiran Bung Karno tentang ideologi, politik, ekonomi, dan budaya yang masih relevan dengan kondisi saat ini.

"Untuk generasi muda yang secara fisik tidak pernah melihat sosok Bung Karno atau belum pernah tidak pernah mendengarkan pidato Bung Karno, alangkah baiknya untuk membaca buku ini untuk menambah pengetahuan," ujar Henny. (MGN/A-2)

BERITA TERKAIT