12 November 2021, 07:26 WIB

Menhan Prabowo Angkat Senjata Bareng PM Malaysia


Henri Siagian |

MENTERI Pertahanan yang juga mantan Danjen Kopassus Letjen (purn) Prabowo Subianto kembali angkat senjata.

 

Aksi angkat senjata laras panjang tersebut berlangsung saat Prabowo mendampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob dan Menteri Pertahanan Malaysia, Dato’ Seri Hishammuddin Hussein di PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/11).

 

Seperti disitat dari rilis Kemhan yang diterima Media Indonesia, PM Malaysia menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah untuk melihat potensi kerja sama antara Malaysia dan Indonesia dari segi industri pertahanan.

 

Kunjungan ini adalah dalam rangka meninjau industri pertahanan di Indonesia, khususnya fasilitas produksi Pindad dan potensi kerja sama yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Tentara Diraja Malaysia (TDM).

 

“Hari ini di Bandung, di PT Pindad ini, mungkin kita akan mencapai sesuatu yang baik untuk dua belah pihak dari segi kerjasama industri pertahanan,” kata PM Malaysia.

 

Dirut PT Pindad Abraham Mose pada kesempatan tersebut menyampaikan paparan mengenai profil Pindad beserta produk-produk unggulannya, mulai dari produk pertahanan dan keamanan meliputi senjata, munisi dan kendaraan khusus hingga produk industrial meliputi alat berat, infrastruktur pertambangan, dan mining service.

 

Didampingi Menhan Prabowo dan Dirut PT Pindad, rombongan PM Malaysia mengunjungi fasilitas produksi dan menyaksikan defile kendaraan khusus meliputi Medium Tank Harimau, Ranpur Badak, Komodo berbagai varian, Anoa berbagai varian, Maung, dan kendaraan terbaru MV2.

 

Pindad juga menampilkan berbagai jenis senjata meliputi pistol Armo berbagai varian, G2 series (Combat, Elite, Premium), Mag 4, P3A, SPR berbagai varian, SS2 V5 A1, Blackout, Dopper, dan SPM.

 

PT Pindad telah menghasilkan beragam produk andalan, di antaranya senjata dan amunisi Pindad yang digunakan kontingen penembak TNI dan berhasil menjuarai berbagai lomba tembak internasional seperti AASAM, AARM, dan BISAM.

 

Adapun kendaraan fungsi khusus buatan Pindad seperti Anoa 6x6 dan Komodo 4x4 yang telah terbukti kualitas dan durabilitasnya karena telah digunakan dalam mendukung misi TNI tidak hanya di dalam tetapi juga luar negeri (UN Peace Keeping) di berbagai belahan dunia seperti Lebanon, Congo, Afrika Tengah, dan Sudan.

 

Sedangkan dalam lini produk industrial, Excava 200 produksi Pindad saat ini sudah tersedia berbagai varian sesuai dengan fungsi dan kebutuhan lapangan. Pindad juga telah menghasilkan berbagai alat mesin pertanian, berbagai infrastruktur perhubungan hingga layanan pertambangan.

Baca juga: Pengamat: Kalau Prabowo Mau Menang di 2024, Ini Kuncinya

 

Melalui kemitraannya, Pindad juga berhasil memproduksi mesin pembakar sampah ramah lingkungan tanpa asap bernama Stungta x Pindad, yang saat ini diminati untuk mengatasi permasalahan sampah medis yang meningkat ditengah pandemi Covid-19. Dalam mendukung penanganan Covid-19, Pindad juga melalui anak perusahaannya telah berinovasi menciptakan berbagai jenis ventilator.

Baca juga: Gerindra Sumsel Optimistis Prabowo Menang di Pilpres 2024

 

Sebelumnya, Malaysia telah membeli produk industri pertahanan dalam negeri PT Dirgantara Indonesia yang juga berbasis di Bandung, yaitu pesawat buatan PT DI, CN-235 yang sudah menjadi langganan banyak negara di dunia untuk keperluan sipil hingga militer. Selain Malaysia, pesawat ini juga berhasil diekspor ke Brunei, Korea Selatan, Pakistan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, dan Senegal. (X-15)





 

BERITA TERKAIT