08 November 2021, 16:25 WIB

Eks Dirut ASABRI: Benny Tjokro Bisa Bantu Kembalikan Uang Prajurit Rp300 Miliar


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

MANTAN Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Mayjen (Purn) Adam Damiri menyebut bahwa Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro bisa membantunya menyelesaikan masalah penempatan investasi ke saham SIAP sebesar Rp300 miliar. Hal itu disampaikannya dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di ASABRI periode 2012-2019.

Adam mendengar adanya masalah tersebut setelah mendapat informasi dari pejabat Kementerian BUMN yang disebutnya bernama Gatot. Penempatan saham SIAP di ASABRI terjadi antara 2014 sampai 2015. Adam menyebut saham itu dibeli langsung mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham Wardhana Siregar tanpa sepengetahuannya.

"Saya tanya Ilham, (dia jawab) 'Ya memang saya beli.' Kenapa tidak laporkan ke saya? 'Waktunya mendesak.' Cari solusinya, ini (uang) prajurit Rp300 miliar," aku Adam di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/11).

Guna mengatasi masalah turunnya nilai saham SIAP, Ilham menyarankan Adam untuk menghubungi Benny. Menurut Adam, Benny memiliki aset tanah yang banyak. Dari hasil pertemuannya, Benny bersedia menukar saham SIAP yang dibeli ASABRI dengan tanah di Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

"Harga saham SIAP yang Rp300 miliar harus diganti denga tanah (setara) Rp300 miliar juga," jelas Adam.

Baca juga: MAKI Desak Kejagung Kejar Aset Heru Hidayat Hingga ke Luar Negeri

Diketahui, Kejaksaan Agung turut menersangkakan Ilham dalam perkara rasuah ASABRI. Namun, proses penuntutannya dihentikan karena Ilham meninggal dunia.

Adam sendiri mengaku sudah pernah mengecek tanah di Maja sebelum adanya permasalahan saham SIAP. Hal itu terjadi pada 2013 saat Benny menawarkan ASABRI untuk berinvestasi tanah tersebut. Namun, pembelian tanah milik Benny di Maja saat itu batal karena salah satu Komisaris ASABRI tidak menyetujui.

"Saya bersama rombongan komisaris meninjau tanah di sana. Tanahnya bagus, sertifikatnya ada, dan sebagainya. Dari situ saya punya keberanian bahwa Benny bisa membantu saya untuk mengembalikan uang prajurit yang hilang Rp300 miliar," tandasnya.

Adam dan Benny merupakan dua dari delapan terdakwa kasus ASABRI yang saat ini sedang menjalani persidangan. Terdakwa lainnya antara lain mantan Dirut ASABRI pengganti Adam, yakni Letjen (Purn) Sonny Widjaja, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, dan Direktur Investasi dan Keuangan ASABRI Hari Setianto.

Berikutnya ada nama Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. Skandal di ASABRI terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp22,788 triliun. (P-5)

BERITA TERKAIT