04 November 2021, 14:04 WIB

Propam Sebut Anggota Polri yang Bermasalah Direhab 2 Pekan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DIVISI Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyatakan akan merehabilitasi sejumlah anggota yang bermasalah belakangan.

"Saya melakukan rehab kepada personel yang sudah melanggar selama dua minggu," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Kamis, (4/11). 

Pihaknya, kata Ferdy bukan hanya menindak anggota nakal, melainkan juga merehabilitasi agar sumber daya manusia (SDM) bisa dimanfaatkan kembali.

"Rehab itu nanti kita berikan binaan rohani, tes psikologi, mengaji. Biar gak melakukan lagi sampai ke situ mitigasi kita," papar Sambo.

Diketahui, tindakan represif dan kekerasan oknum polisi semakin masif.

Hal itu bisa dilihat saat anggota Polresta Tangerang Bripka NP yang membanting mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Fariz saat pengamanan unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang pada Rabu, (13/10).

Brigadir NP ditahan di Polda Banten. Penahanan dalam rangka pemeriksaan oleh Div Propam Polri dan Propam Polda Banten serta menyelidiki unsur pidana dalam insiden smackdown itu.

Kemudian, penetapan tersangka terhadap pedagang LG saat membela diri dalam peristiwa penganiayaan oleh preman di Pasar Pajak, Gambir, Deli Serdang, Medan, Sumatra Utara.

Kepala Unit (Kanit) Resintel Polsek Percut Sei Tuan dan Kapolsek Percut Sei Tuan dicopot buntut penetapan tersangka itu. Kedua anggota polisi itu diduga telah menyalahi prosedur.

Kemudian, Kapolsek Parigi Iptu IDGN dicopot karena memperkosa anak tersangka kasus pencurian ternak. IDGN dipastikan akan mendapat sanksi etik dan pidana.

Lalu, Aipda Monang Parlindungan Ambarita yang membenarkan penggeledahan handphone (hp) seorang remaja sebagai pemeriksaan identitas. Tindakan Aipda Ambarita dinilai telah melanggar prosedur. (Ykb/OL-09)

BERITA TERKAIT