25 October 2021, 18:50 WIB

NasDem: Menteri Nyapres Bakal Ganggu Kinerja Kabinet


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

SEJUMLAH menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) masuk dalam survei bursa calon presiden (capres) 2024 mendatang dikhawatirkan dapat mengganggu kinerja pemerintahan. Partai NasDem meyakini Presiden Jokowi mampu mengelola pemerintahan dengan baik hingga ujung pengabdiannya.

"Kita tahu pemerintahan ini diisi oleh tokoh-tokoh politik, kader partai, profesional, yang secara politik mereka punya hak untuk memilih dan dipilih yang dilindungi undang-undang. Tentunya kita tidak bisa menutup hak politik orang. Kita juga tidak bisa membatasi masyarakat untuk memberikan penilaian," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dalam keterangannya, Senin (25/10).

Ia menilai wajar dan bukan persoalan jika nama sejumlah menteri disebut-sebut dalam bursa capres mendatang, karena KIM diisi oleh sejumlah tokoh, para politisi dan juga dari kalangan profesional.

Menurut Ali menggarisbawahi menteri yang menjabat ketua partai maju sebagai calon presiden. "Presiden harus memikirkan itu, karena nanti kinerjanya pasti terganggu dan pelayanan masyarakat akan lemah," terangnya.

Terganggunya kinerja kabinet, sambung ketua Fraksi Partai NasDem itu, karena menteri yang mencalonkan sebagai capres bakal menghabiskan waktunya untuk berkampanye dan mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat.

Baca juga: Elektabilitas Prabowo Melorot, Disalip Ganjar Pranowo

Dirinya memastikan para menteri yang berasal dari Partai NasDem tetap akan fokus bekerja dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Sebab tidak ada di antara wakil NasDem di kabinet yang berniat mencalonkan diri sebagai capres.

"Insya Allah kalau kader NasDem tidak ada yang pecicilan dan genit di kabinet, apalagi punya keinginan untuk maju sebagai capres. Saya pastikan kader Partai NasDem clear," tegasnya lagi.

Ia mengatakan penentuan capres dan cawapres di Partai NasDem merupakan kewenangan ketua umum. Jadi, tidak ada kader Partai NasDem yang duduk di kabinet berniat untuk maju sebagai capres.

"Para menteri dari NasDem komitmen bekerja bukan untuk tujuan politik tertentu tapi kerja untuk kepentingan rakyat," tandasnya.

Ali menjelaskan sebagai partai koalisi pemerintahan NasDem telah berkomitmen terhadap Presiden Jokowi dan memberi dukungan hingga 2024 tanpa mahar dan demi kesejahteraan rakyat. "Kita mengikat kontrak dengan beliau akan memberikan dukungan secara maksimal sampai berakhirnya masa jabatan beliau," imbuhnya.

Meski banyak cobaan dan rintangan, politisi kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, ini meyakini Presiden Jokowi memiliki perhitungan sendiri dan akan mengambil langkah yang bisa diterima oleh semua pihak terkait kemungkinan adanya menteri dalam kabinet yang akan menjadi capres.

"Kami percaya beliau akan mengelola pemerintahan secara profesional, dengan kepiawaian beliau untuk membawa perahu besar Indonesia sampai ke tujuannya," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT