21 October 2021, 15:50 WIB

Bantah Minta Saham Freeport, Haris Azhar: Saya Advokasi Jatah Masyarakat Adat


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

DIREKTUR Eksekutif Lokataru Haris Azhar membantah jika dirinya meminta saham PT Freeport Indonesia kepada Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Haris mengakui jika dirinya pernah datang ke kantor Luhut untuk membahas saham PT Freeport. Ia mengatakan kedatangannya itu sebagai kuasa hukum masyarakat adat di sekitaran wilayah Freeport, Papua. Haris mengatakan saat itu ia mengadvokasi ihwal saham sebanyak 7% dari 100% saham PT Freeport.

"Bukan minta saham, mengadvokasi ada 7% dari 100%. 51 koma sekian diambil PT Inalum," ujar Haris Azhar di Polda Metro Jaya, Kamis (21/10).

Haris mengatakan 7% tersebut merupakan bagian dari 10% saham untuk Papua. Ia menjelaskan 3% untuk Pemerintah Povinsi Papua, sedangkan tujuh persen sisanya belum memiliki regulasi.

Baca juga: Haris Azhar Siap Mediasi Dengan Luhut Panjaitan Hari Ini

"7% itu regulasinya itu belum ada. 7% itu harusnya dibagi tiga. Kabupaten Mimika, masyarakat adat, dan masyakat yang terdampak Freeport," ungkap Haris.

Lebih lanjut, Haris mengatakan dirinya memiliki surat kuasa untuk membantu masyarakat adat tersebut. Untuk itu, ia mengatakan kedatangannya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan mewakili masyarakat adat.

"Saya punya surat kuasa, dari situ saya bikin legal opinion yang saya bawa juga ke kantornya Menko," tegas Haris.

Sebelumnya, Pengacara Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang menuding Haris Azhar sempat meminta saham PT Freeport Indonesia kepada kliennya.

Hal itu diungkapkan Juniver saat menjadi salah satu narasumber di tayangan Mata Najwa, Rabu (29/9). Ia mengatakan tudingan itu untuk memberi konteks terkait hubungan kedekatan antara Haris dengan Luhut.

"Haris Azhar pun pernah datang ke Luhut minta saham. Coba dicek sama dia (Haris Azhar), Freeport. Apa ceritanya, tanya beliau, artinya apa," kata Juniver dalam tayangan tersebut.(OL-4)

BERITA TERKAIT