19 October 2021, 09:58 WIB

Firli Bahuri: Muhammad SAW Panutan Akhlak Mulia Jauhi Korupsi


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah yang jatuh pada hari ini,  Selasa (19/10), patut direnungkan sebagai momentum perbaikan akhlak anak bangsa. Teladan dari Nabi Muhammad dinilai perlu menjadi pegangan untuk menjauhkan diri dari korupsi.

"Tidak berlebihan rasanya jika aktualiasi esensi dan makna peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang hanya dapat kita peringati dan rayakan dengan penuh kesederhanaan di tengah pandemi menjadi motor perbaikan hingga kebangkitan akhlakul karimah segenap anak bangsa di negeri ini," kata Firli Bahuri melalui keterangannya, Selasa (19/10).

Meski diperingati di tengah pandemi covid-19, Firli meyakini makna serta keutamaan lahirnya Rasulullah SAW memberikan banyak teladan dan nilai-nilai luhur penuh kebajikan. Menurutnya, teladan itu bukan hanya kepada muslim semata namun bagi seluruh umat manusia dan kehidupan alam semesta.

Firli menyampaikan keutamaan nilai Nabi Muhammad yakni akhlakul karimah atau akhlak yang baik harus senantiasa dijaga dalam diri manusia untuk meredam ketamakan. Menurutnya, ketamakan yang sifatnya sangat jahat akan bangkit dikala akhlak seorang manusia rusak.

"Contoh nyata jahatnya ketamakan dapat kita lihat pada seorang koruptor, manusia yang tak mampu lagi mengontrol hasrat dan hawa nafsu duniawi yang membuat dirinya rakus layaknya seekor tikus, serakah dan tamak karena tidak pernah puas dan selalu merasa kurang dengan apa yang telah dimilikinya," ujarnya.

Firli menyebut rasa tamak yang ada pada diri seorang koruptor menghilangkan sisi kemanusiaan, nilai-nilai ketuhanan, agama, budaya, serta norma dan etika.

Menurutnya, dampak destruktif korupsi bukan hanya merugikan keuangan dan perekonomian semata, namun berpotensi menggagalkan hingga meluluhlantakkan sistem serta tatanan kehidupan bangsa serta tujuan bernegara.

Firli mengingatkan korupsi bukan hanya terjadi pada zaman ini. Korupsi juga menjadi masalah di masa lalu termasuk pada era kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, dia menekankan teladan dari Nabi Muhammad yang mengedepankan kejujuran, kesederhanaan, dan integritas, perlu menjadi pegangan dalam upaya perang melawan korupsi di Tanah Air.

"Teladan akhlakul karimah yang tercermin dari Baginda Rasulullah sepatutnya dapat menjadikan kita sebagai pribadi sederhana yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, menjaga integritas agar senantiasa teguh dalam menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar khususnya dalam perang badar melawan korupsi dan perilaku koruptif yang telah berurat akar di republik ini," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Menjadi PTKI Pertama yang Meraih Akreditasi Unggul

BERITA TERKAIT