15 October 2021, 13:03 WIB

Kemendagri Terapkan Aplikasi E-BMD


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Dalam Negeri terus memaksimalkan pelayanannya berbasis digital. Salah satu upayanya melalui aplikasi e-BMD guna meningkatkan akuntabilitas pengelolaan barang milik daerah (BMD). 

"Dengan terbitnya Permendagri ini, tentu ada kekhawatiran bagi pemerintah daerah dengan pengaturan penyajian laporan yang lebih rinci. Dari berbagai permasalahan tersebut, Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Keuangan Daerah telah menyiapkan aplikasi e-BMD berbasis Permendagri Nomor 47 Tahun 2021," ujar Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Mochamad Ardian Noervianto yang disampaikan Sesditjen Bina Keuangan Daerah Komaedi dalam rapat penerapan aplikasi e-BMD berbasis Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah.

Aplikasi e-BMD dibangun dengan infrastruktur melalui proses bisnis yang sama dengan aturan tersebut. Ini sangat memudahkan pemerintah daerah untuk mengakses informasi tentang penatausahaan melalui jaringan internet serta dapat diperoleh secara gratis.

Sistem itu diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyajikan barang milik daerah secara akuntabel dan tepat waktu. "Sistem aplikasi e-BMD ialah suatu sistem yang mendokumentasikan administrasi penatausahaan barang milik daerah secara real time. Sistem aplikasi e-BMD dirancang secara online untuk memudahkan pengguna dalam mengakses data, di mana dan kapan saja berdasarkan manajemen user yang sistematis sesuai tugas dan fungsinya," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/10). 

Kegiatan itu juga bertujuan memberikan pengetahuan kepada seluruh pengelola barang, pejabat penatausahaan barang, pengguna barang, kuasa pengguna barang, pengurus barang pengelola, pengurus barang pengguna, pembantu pengurus barang, dan pengurus barang pembantu dalam melakukan administrasi penatausahaan barang milik daerah. Kegiatan ini juga berguna menginformasikan regulasi maupun pengembangan aplikasi e-BMD tersebut.

Kegiatan itu juga diisi oleh sejumlah narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPPSP) FISIP Universitas Indonesia. Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kota Depok memberikan paparan gambaran umum implementasi penatausahaan barang milik daerah dengan menggunakan aplikasi e-BMD. (OL-14)

BERITA TERKAIT