14 October 2021, 14:20 WIB

Pengamat: Kalau Prabowo Mau Menang di 2024, Ini Kuncinya


Muhamad Fauzi | Politik dan Hukum

PARTAI Gerindra telah menyatakan tentang majunya kembali Prabowo Subianto sebagai capres pada perhelatan pemilu 2024. Hal ini membuat peta perpolitikan nasional riuh lagi.

Sebab Prabowo sudah dua kali mencalokan diri menjadi presiden (Capres) dan kalah. Padahal, di berbagai survei menempatkannya sebagai capres terkuat, ternyata survei tidak menjadi garansi Prabowo menang. Tentu masih banyak faktor penunjang yang harus di lihat.

"Salah satu faktor penunjangnya adalah faktor wakil, dimana untuk point ini hemat saya menjadi faktor determinan. Prabowo harus hati-hari dan harus betul-betul rasional calculatif dalam penentuan wakil," ungkap Abdul Hamied, Direktur Visi Indonesia Strategis, dalam keterangannya, Kamis (14/10).

Baca Juga: Gerindra Jaga Soliditas Kader Usung Prabowo Jadi Capres Lagi ...

Menurut Hamied, dari dua kali kontestasi Pilpres terukur ceruk market Prabowo tidak bertambah-tambah. Artinya memilih wakil yang bisa mendongkrak electoral, punya basis massa yang kuat dan solid menjadi syarat mutlak kemenangan Prabowo.

"Dan karena Prabowo berasal dari kelompok nasionalis, maka syarat lainnya adalah calon tersebut harus berasal dan mewakili kelompok religius yakni NU," saran Hamied.

Dari kalkulasi itu, jelas Hamied, Gerindra bisa memilih figur dari NU yang memiliki basis massa riil. Ada Muhaimin Iskandar, KH Said Aqil, dan Khofifah Indar Parawansa.

"Khofifah sangat seksi karena ia merepresentasikan NU yang bisa merajut semua friksi di NU termasuk kubu almarhum Gusdur. Khofifah juga punya wilayah, iya menjabat gubernur Jatim saat ini," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Minim Figur Capres, NasDem Andalkan Mesin Partai di 2024

BERITA TERKAIT