14 October 2021, 13:29 WIB

NasDem Tegaskan Konvensi Capres setelah Koalisi Terbentuk


Sri Utami | Politik dan Hukum

KONGRES Partai NasDem mengamanatkan kepada pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar konvensi pada tahun 2022. Tujuan konvensi untuk menjaring calon presiden (capres) yang bakal diusung dalam Pemilu 2024.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan tidak menginginkan konvensi yang digelar hanya untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja. NasDem mengharapkan konvensi yang serius untuk mencari calon pemimpin negeri bukan sekadar menaikkan popularitas partai.

"Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menginginkan dalam melakukan konvensi dengan syarat bahwa Partai NasDem sudah memiliki mitra koalisi. Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka, prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi," ungkap Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/10).

Dia menjelaskan bahwa yang diberikan amanat penuh untuk menentukan arah koalisi adalah Surya Paloh. Karena Paloh merupakan ketua umum yang punya kewenangan dan otoritas menentukan koalisi yang akan dijalani.

Baca juga: KPK Jamin tak Ada Perkara yang Bisa Dimainkan

"Sifat konvensi adalah menyiapkan panggung, sehingga ketika koalisi terbentuk bukan lagi konvensi Partai NasDem melainkan konvensi koalisi"  

Ali  memprediksi konvensi akan lebih menarik jika sudah memenuhi syarat pencapresan. Banyak tokoh bangsa dan anak negeri yang punya komitmen dan integritas melihat Indonesia lebih baik ke depan, tapi kemudian terkendala karena tidak memiliki partai politik.

Tentunya, kendala demikian harus difasilitasi oleh Partai NasDem, sehingga orang-orang yang potensial dan mempunyai mimpi untuk membangun negeri ini memperoleh kesempatan, dan tidak dimonopoli oleh kader parpol saja.

"Budayawan, akademisi, aktivis, silakan saja. Kita tidak bisa mengklaim bahwa hanya orang partai yang terbaik atau berhak membangun negeri ini. Semua anak negeri punya hak yang sama membangun negeri ini," ujar Ali.

Disinggung mengenai kriteria partai koalisi, Ketua Fraksi Partai NasDem itu membeberkan, kriteria umum adalah ideologi. Secara ideologi semua partai di Indonesia sama. Yang terpenting adalah partai politik yang memiliki komitmen menjadikan Indonesia yang lebih baik.

"Itu bukan bentuk lisan atau retorika, tapi dalam kehidupan sehari-hari kan kita bisa deteksi mana partai politik yang punya arah sama dengan Partai Nasdem," tukasnya.

Sebagai data, pada Pemilu 2019 Partai NasDem meraih 9,05% atau 12.661.792 suara. NasDem membutuhkan satu hingga dua partai untuk memenuhi syarat presidential treshold sebesar 20% parlemen atau 25% perolehan suara. (OL-4)

BERITA TERKAIT