12 October 2021, 22:32 WIB

Pemilih di Pemilu 2024 Didominasi Milenial, NasDem Gencarkan Edukasi Politik 


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PEMILIH dari generasi milenial dan generasi Z diprediksi akan mendominasi suara pada Pemilu 2024. Dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu serentak 2019, pemilih berusia 20 tahun mencapai 17.501.278 orang, sedangkan yang berusia 21-30 tahun sebesar 42.843.792 orang. 

Untuk Pemilu 2024, jumlah pemilih milenial dan generasi Z diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 60 persen dari total suara pemilih. 

Dengan besarnya jumlah suara milenial, Partai NasDem pun mempunyai kewajiban untuk memberikan edukasi kepada para milenial dan generasi Z agar bisa berperan aktif di pemilu mendatang. 

"Kita tidak bisa menutup mata bahwa menghadapi tahun 2024 ada kelompok pemilih pemula yang hari ini jumlahnya begitu besar," ungkap Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali di sela-sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW Partai NasDem Bengkulu, Selasa (12/10). 

Kelompok itu (milenial dan generasi Z), tegas Ketua Fraksi NasDem tersebut, menjadi bagian dari tanggung jawab Partai NasDem untuk melakukan edukasi mengenai pentingnya peran pemuda dalam politik. 

Tentunya, seluruh pengurus dan kader Partai NasDem harus memahami karakter mereka, karena mereka adalah kelompok apolitik. Milenial dan generasi Z juga tidak suka dengan retorika, tapi melihat kepada hal-hal yang nyata dan rasional. 

Pemahaman dan pengetahuan itu harus menjadi modal bagi seluruh pengurus Partai NasDem. Karenanya, dalam setiap Rakorwil, salah satu materi wajib adalah bagaimana masuk, merangkul dan mengedukasi kaum milenial. 

Baca juga : Surya Paloh Mulai Kalkulasi Figur Capres Potensial yang akan Diusung NasDem 

"Mau tidak mau kita harus mendekatinya, karena di tahun 2024 segmen milenial ini adalah terbesar dalam menggunakan hak pilihnya. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengedukasi mereka sehingga mereka mau menggunakan hak politik. Kalau tidak, demokrasi kita akan sangat rentan," tegas Ali. 

Yang tidak kalah penting, Ali menukilkan pesan dari Ketua Umum NasDem Surya Paloh agar seluruh kader saling membesarkan hati, menjaga soliditas, bekerja, merangkul masyarakat. Jadi, bagaimana kader-kader Partai NasDem tidak berjarak dengan masyarakat. 

"Bagaimana kader Partai NasDem membuka ruang publik untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ini pesan yang disampaikan ketua umum," bebernya. 

Pesan ketua umum, kata Ali lagi, mempunyai arti yang sangat penting. Sebab, lembaga yang kurang dipercayai oleh publik adalah partai politik. Hal itu lantaran adanya jarak dan perilaku politisi yang tidak dikehendaki oleh masyarakat dan partai politik yang cenderung bersikap eksklusif. 

Mengetahui rendahnya kepercayaan publik terhadap partai, maka kader NasDem harus bisa mendekatkan diri kepada masyarakat. Caranya, ungkap Ali, salah satunya adalah dengan menjadikan kantor-kantor partai sebagai sentra pelayanan publik. 

"Bagaimana kantor NasDem memfasilitasi kebutuhan publik agar tidak menjadi eksklusif. Itu concern kita bagaimana mengubah persepsi masyarakat terhadap parpol," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT