08 October 2021, 19:34 WIB

Pilpres 2024, Capres-Cawapres Muda Dinilai Lebih Berpeluang


Widhoroso | Politik dan Hukum

KELOMPOK usia muda dari kalangan milenial dan zilenial (Gen Z) akan mencapai 60 persen dalam daftar pemilih pada pilpres 2024 mendatang. Kondisi ini membuat pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang masih tergolong muda memliki peluang lebih disukai.

Hal itu diungkapkan praktisi Manajemen Brand dan Reputasi, Rizanto Binol, dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/10). Menurutnya, dari polikus muda yang ada saat ini, nama Puan Maharani, Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang untuk maju dalam pilpres mendatang.

"Bila melihat komposisi partai, PDIP merupakan partai yang dapat dengan mudah menentukan sendiri siapa calon capres dan cawapres yang akan diusung. Sementara Gerindra dan Demokrat masih memerlukan dukungan dari partai lain,” kata Binol.

Melihat sejarah pilpres yang lalu, dia memprediksi kemungkinan duet PDIP dan Gerindra kembali muncul. "Jadi kans duet Puan dan Sandi akan lebih besar dan tinggi dukungannya dibandingkan Puan dan AHY atau Sandi dan AHY. Mereka bertiga ini merupakan figure politik yg mungkin akan tenar di generasi zilenial," ucap Binol.

Pengalaman Puan ditambah dengan gebrakan-gebrakan Sandi memungkinkan perbaikan sosial ekonomi di Tanah Air berjalan melesat. Krisis pascapandemi membutuhkan calon-calon muda dengan pemikiran out of the box.

Sedangkan duet Puan dan AHY dinilainya dapat menularkan semangat kebangsaan dari Soekarno dan Megawati, serta kepemimpinan strategis yang diusung oleh SBY. "Keduanya mengenyam pendidikan negarawan dari trah keluarga masing-masing," jelasnya.

Duet lain yang mungkin terjadi adalah AHY-Sandi. Meskipun kansnya lebih kecil, kedua sosok ini bisa mewakili kaum muda yang memadukan ketegasan dan disiplin, serta kreativitas.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo dalam rilis surveinya mengungkapkan mayoritas responden, yakni 53% berharap memiliki presiden baru dari kalangan muda. Hanya sekitar 47% responden ingin agar presiden tetap dari politisi senior.

Kunto menduga, masyarakat ingin semangat baru dengan memilih presiden muda. Sedangkan mereka yang masih ingin presiden dari politisi senior, mayoritas lantaran dinilai lebih berpengalaman.

Sedangkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai tidak adanya calon petahana dalam Pemilu 2024 membuat peluang terbuka lebar bagi para ketum dan ketua parpol untuk nyapres. "Sangat mungkin akan terjadi pertarungan antarelite partai versus ketua partai. Sosok Puan Maharani juga lebih diunggulkan ketimbang rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Meski Ganjar lebih populer, Puan lebih diunggulkan maju di Pilpres 2024,” kata Adi. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT