06 October 2021, 19:23 WIB

Said Aqil Maju Lagi, Pengamat: Daya Kritis NU Tergerus


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGAMAT Politik Adi Prayitno menilai kesanggupan Siad Aqil maju kembali menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menguntungkan pemerintah. Pasalnya jika Said terpilih lagi, NU akan tetap kehilangan daya kritisnya.

Adi mengatakan sikap Said Aqil yang bersedia mencalonkan kembali menjadi ketua Umum PBNU menguntungkan pemerintah. Menurut dia, pemerintah selama ini terbantu dengan NU dibawah kepemimpinan Said Aqil dalam menghalau manuver kelompok radikal.

"Minimal hingga akhir masa jabatan Presiden Jokowi akan terbantu dalam melawan kelompok wahabi atau juga dari golongan radikal. NU berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas politik dari serangan kelompok radikal."

Baca juga: Said Aqil Masih Berhasrat Duduki Kursi Ketum PBNU untuk Periode Ketiga

Namun, Adi mengatakan jika said Aqil kembali terpilih menjadi Ketum PBNU untuk periode ketiga akan membuat NU akan kehilangan perannya sebagai kekuatan civil society yang kritis. "Tapi catatan lainnya NU sebagai kekuatan civil society yang kritis tergerus karena terlalu mesra dengan pemerintah," jelasnya.

Ia kembali menegaskan, pemerintah akan terbantu dengan keterpilihan Said Aqil.

"Dilihat dari sisi politik, NU saat ini mesra dengan pemerintah untuk menjaga Islam nusantara dan membendung paham radikal. Contohnya pada 2019 NU paling depan membendung isu politik yang dihembuskan kelompok radikal," paparnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT