06 October 2021, 13:03 WIB

Bertemu Jokowi, Said Aqil: Kami Kangen-kangenan


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj bertamu ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Semenjak pandemi covid-19 melanda Indonesia, ia mengaku baru dua kali bertatap muka dengan kepala negara.

"Jadi kedatangan saya ini kangen-kangenan. Sejak covid-19, baru dua kali ini bertemu dengan Bapak Presiden," ujar Said usai bertemu Jokowi, Rabu (6/10).

Dalam pertemuan tersebut, ada banyak hal yang dibicarakan. Salah satunya adalah hasil pelaksanaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU pada 25-26 September lalu.

Sebagaimana diketahui, melalui forum itu, para pengurus sepakat menetapkan pelaksanaan Muktamar NU pada akhir Desember mendatang.

Baca juga : Lagi, Mendagri Tunda Pembahasan Persiapan Pemilu 2024

"Presiden agak tanda tanya. Apakah bisa jika melihat situasi covid-19 seperti sekarang. Ya nanti kita lihat. Itu pasti dengan syarat ketat, memperhatikan protokol kesehatan dan izin dari Satgas Covid-19," jelas pria asal Cirebon, Jawa Barat itu.

Selain berdialog tentang agenda organisasi, Said juga menyinggung perihal penanganan pandemi secara umum.

PBNU sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang dinilai berhasil menekan laju penularan covid-19.

"Kami memberikan apresiasi kepada presiden terutama dalam hal vaksinasi. Di kalangan pesantren luar biasa. Di luar dugaan saya, vaksinasi secara masif masuk ke pesantren dan para kiai. Sekarang Indonesia menjadi negara kelima yang sukses dalam vaksinasi dan mampu mengendalikan penularan covid-19," sambungnya.

Apresiasi juga diberikan atas kinerja positif pemerintah dalam memberantas kelompok-kelompok radikal dan teroris di Tanah Air.

Pembubaran HTI, FPI dan penembakan terhadap pemimpin Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora merupakan beberapa contoh nyata bahwa pemerintah sangat serius melindungi masyarakat dari berbagai aksi teror. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT