05 October 2021, 12:28 WIB

Mengenalkan kepada Publik Persenjataan Negara


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

TIDAK seperti biasanya, Jalan Medan Merdeka Utara dan Barat, sejak Minggu (3/10), dipenuhi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara.

Untuk pertama kalinya, peralatan perang, mulai dari Armoured Personnel Carrier atau kendaraan pengangkut berlapis baja hingga Multiple Launcher Rocket System (MLRS) Astros, yang berfungsi sebagai peluncur roket dipamerkan dengan rapi di sekeliling Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pementasan ratusan alutsista tentu bukan tanpa alasan. Itu merupakan salah satu rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 TNI yang jatuh pada Selasa (5/10).

Baca juga: Kapolri Sebut Sinergitas TNI-Polri Mutlak Sebagai Kekuatan Strategis Hadapi Tantangan

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, selain untuk memperkenalkan alutsista kepada publik, langkah tersebut juga menjadi bentuk transparansi negara kepada masyarakat.

"Ini bukti bahwa APBN telah digunakan untuk membeli peralatan ini. Masyarakat bisa tahu kita telah memiliki 56 MLRS Astros. Ini roketnya bisa meluncur hingga 39 kilometer," ujar Jokowi saat meninjau pameran, Selasa (5/10).

Kepala negara menambahkan, sebagian besar alutsista tersebut merupakan pengadaan anyar. Seperti MLRS Astro yang baru didatangkan dari Brasil pada 2014.

"Ini baru saja kita beli di 2014 jadi keliatan sekali masih barang baru semua," tandas Jokowi.

Dalam kesempatan berbeda, Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut Edys Riyanto secara rinci menjabarkan alutsista yang dipertontonkan di kawasan Medan Merdeka.

Ia menyebut ada 112 peralatan perang yang terdiri dari Sherpa Light Scout, Anoa, Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) Armoured Personel Carrier, Rantis Bushmaster, P6 Atav, Rudal Mistral, BTR 4, Aligator, APC Turangga, Orlikon Skyshield, MLRS Astros dan Armed Caesar 155 MM.

"Gelar alutsista ini merupakan bentuk perwujudan kekuatan TNI saat ini dan juga sebagai laporan kepada Presiden Joko Widodo serta masyarakat bahwa anggaran yang diberikan pemerintah kepada TNI salah satunya digunakan sebagai pengadaan kebutuhan Alutsista untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari gangguan, hambatan, ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia," tegas Edys.

Selain menggelar pameran alutsista, TNI juga melaksanakan demontrasi udara di langit Jakarta yang melibatkan 18 pesawat tempur dan 8 pesawat helikopter.

Delapan pesawat helikopter TNI (AD, AL, AU) dengan call sign 'Trimatra flight' terbang dengan membawa Bendera Merah Putih dan bendera lambang TNI yang berukuran 20x30 meter.

Adapun, 18 pesawat tempur TNI Angkatan Udara yang terdiri dari 6 pesawat tempur T-50i Golden Eagle Golden Flight, 6 F-16 Fighting Falcon Dragon Flight dan 6 pesawat tempur SU-27/30 Bajra Flight melaksanakan terbang formasi Arrow Head dan manuver Bomb Burst tepat di atas Istana Merdeka. (OL-1)

BERITA TERKAIT