03 October 2021, 13:30 WIB

Resmikan PLBN Sota Merauke, Jokowi: Kawasan Perbatasan Wajah Kemajuan


Dhika Kusuma Winata |

PEMERINTAH menegaskan pembangunan kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia akan terus dilakukan. Pembangunan kawasan perbatasan negara penting dilakukan selain menjadi representasi wajah Indonesia, juga untuk menghadirkan pemerataan pembangunan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota di Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (3/10).

"Kawasan perbatasan adalah beranda depan Indonesia yang mewakili wajah bangsa yang harus terus kita bangun agar bisa menjadi representasi kemajuan Indonesia yang membanggakan seluruh warga kita," ucap Jokowi.

PLBN Terpadu Sota merupakan PLBN kedelapan yang dibangun di perbatasan Indonesia. Khusus di Papua, PLBN Sota menjadi yang kedua dibangun setelah PLBN Skouw di Jayapura.

Jokowi menyampaikan sejak tujuh tahun lalu menginstruksikan pembangunan pos lintas batas agar pembangunan bisa dirasakan di daerah-daerah terdepan yang bertetangga dengan negara lain. Pembangunan pos lintas batas itu dengan wajah baru perbaikan pelayanan untuk masyarakat.

"Sejak tujuh tahun terakhir saya telah memerintahkan untuk membangun kembali pos lintas batas negara di berbagai titik di seluruh Tanah Air dengan wajah baru, dengan tampilan baru, dan juga yang paling penting dengan cara-cara pelayanan yang baru yang lebih baik, yang menjadi cermin komitmen kita untuk membangun Indonesia dari kawasan perbatasan," ujar Jokowi.

Baca juga : Dalam Rangka HUT TNI, 18 Pesawat Tempur dan 8 Helikopter TNI Lintasi Istana Merdeka

Kawasan perbatasan terpadu dibangun dengan konsep terintegrasi memiliki fasilitas komersial, umum dan sosial. Di antaranya pasar, tempat ibadah, area parkir luas, hingga mess pegawai.

Presiden meminta PLBN Sota memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang melintasi perbatasan Indonesia menuju Papua Nugini itu. Selin itu, PLBN juga harus meningkatkan keamanan, serta mendorong pertumbuhan sentra-sentra perekonomian baru, dan membuat masyarakat perbatasan semakin cinta Tanah Air.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaporkan aktivitas masyarakat perbatasan Merauke dan Papua Nugini melalui PLBN Sota intensif dengan perdagangan. Rata-rata aktivitas lintas batas sekitar 350 orang per bulan.

Selama pandemi ini, barang yang dibeli dari pasar PLBN Sota dominan kebutuhan sehari-hari, produk pertanian, perkebunan, tanaman pangan, barang elektronik, suku cadang kendaraan, dan sepeda angin. Tito menambahkan status Merauke sebagai lumbung padi terbesar di Papua pada 2020 juga telah mengekspor 15 ribu ton beras ke Daru di provinsi barat Papua Nugini.

"PLBN diharapkan dapat menjadi episentrum pengembangan kawasan perbatasan negara baik pada aspek pertahanan dan kemanan, ekonomi, sosial budaya, dan lainnya. Pusat pertumbuhan ekonomi baru tidak hanya untuk masyarakat Papua tapi juga sekitarnya yang langsung berbatasan dengan Papua Nugini," kata Tito.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Ketua DPR Puan Maharani, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Bupati Merauke Romanus Mbaraka, serta Bupati Asmat Elisa Kambu. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT