01 October 2021, 14:33 WIB

DPR Dorong Madrasah Gelar PTM Terbatas Secara Bertahap


Mohamad Farhan Zhuhri | Politik dan Hukum

KOMISI VIII DPR RI mendorong madrasah untuk bersiap menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara bertahap.

"Di tengah pandemik ini, mau tidak mau madrasah harus siap menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka meski dilakukan secara terbatas dan bertahap," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzili dalam keterangan tertulis, Jumat (1/10).

"Kita sudah dua tahun melakukan pembelajaran secara daring.  Ada banyak kesulitan, setiap rapat dengan Menteri Agama, kita minta untuk dicari metodologi pembelajaran jarak jauh yang efektif," ucapnya.

"Tapi ternyata sulit menciptakan metodologi yang efektif pembelajaran secara daring,  apalagi dalam model praktek, yang membutuhkan interaksi secara fisik antara guru dan peserta didik," terang Ace. 

Dalam proses pembelajaran tatap muka di madrasah, ada tiga hal yang perlu jadi perhatian. Pertama , utamakan dulu vaksinasi Covid-19 bagi siswa dan pengajar.

Kedua, harus berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat, kalau daerah penularannya masih tinggi jangan dilakukan PTM. Ketiga, proses pembelajaran tatap muka harus mempertimbangkan ketersediaan atau kapasitas ruang belajar.

"Jadi, perlahan pembelajaran tatap muka terbatas di madrasah harus dimulai dengan memperhatikan  protokol kesehatan yang ketat. Saya apresiasi MAN Bandung Barat yang siswanya 100% sudah vaksin. Saat PTM nanti, disiplin  protokol 3 M tetap harus ditaati yaitu; menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker," terangnya. 

MAN Bandung Barat sendiri akan memulai PTM terbatas pada minggu depan. Pada kesempatan sama, Ace meresmikan penggunaan gedung baru MAN Bandung Barat terdiri dua lantai peruntukkan ruang kelas dan aula pertemuan. (Far/OL-09)

BERITA TERKAIT