30 September 2021, 14:03 WIB

Kejagung Sudah Siap Langkah Tangani Rasuah Krakatau Steel


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

DIREKTUR Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi menyebut pihaknya sudah siap melangkah untuk mengusut dugaan korupsi di PT Krakatau Steel (persero). Hal itu diungkapkannya setelah mendengar kabar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melaporkan dugaan rasuah tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Supardi tidak berkecil hati jika nantinya KPK lah yang mengusut korupsi di perusahaan pelat merah tersebut. Sampai saat ini, pihaknya tetap siap seandainya penyelidikan ditangani penyidik Gedung Bundar.

"Kalau sudah ditangani APH (aparat penegak hukum) lain, kita ya ndak perlu. Nanti kita lihat apa benar-benar ditangani. Tapi kita sudah siap-siap melangkah sebetulnya," ujar Supardi di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (29/9) malam.

Menurut Supardi, pengalaman Jampidsus dalam mengusut kasus korupsi di BUMN tidak bisa dijadikan alasan satu-satunya untuk menyelidiki dugaan rasuah pada Krakatau Steel. Ia menegaskan penyelidikan sangat tergantung pada siapa laporan tersebut ditujukan.

Baca juga : Kejagung Sita Vila Tersangka ASABRI di Gianyar

"Sekarang siapa mau lapor ke mana," pungkasnya.

Beberapa kasus yang berhasil ditangani Jampidsus antara lain korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). kedua perkara itu tergolong megakorupsi karena merugikan keuangan negara masing-masing Rp16,708 triliun dan Rp22,788 triliun.

Dugaan korupsi di Krakatau Steel pertama kali disampaikan oleh Erick sendiri dalam diskusi virtual pada Selasa (28/9) lalu. Ia menyebut bahwa Krakatau Steel memiliki utang sebesar US$2 miliar atau setara dengan Rp31 triliun.

"Salah satunya ada investasi US$850 juta yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal itu tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi," ungkap Erick. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT