28 September 2021, 20:52 WIB

Presiden Rela Nyemplung Demi Tanam Mangrove


Andhika prasetyo | Politik dan Hukum

GERIMIS menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Pantai Setokok, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (28/9) siang.

Di lokasi tersebut, kepala negara diagendakan menanam mangrove bersama masyarakat. Namun, karena hujan yang terus mengguyur, titik penanaman mengalami kondisi pasang. Tinggi air bahkan mencapai pinggang orang dewasa.

Kendala tersebut ternyata tidak menyurutkan niat Jokowi untuk tetap menanam mangrove. Ia berpegang pada rencana yang telah ditetapkan.

Mantan wali kota Solo itu pun memutuskan untuk nyemplung bersama masyarakat dan komunitas pegiat lingkungan.

"Nggak ada masalah basah. Paling-paling hanya 5-10 menit. Nggak ada masalah," ujar Jokowi.

Baca juga: Kapolri: Presiden Setuju dengan Perekrutan 56 Pegawai yang Tak Lolos TWK

Saat nyemplung, presiden hanya didampingi Komandan Grup A Paspampres Anan Nurakhman dan pengawal pribadi Presiden Windra Sanur. Jokowi meminta rombongan lain untuk tidak ikut basah-basahan.

"Yang lain di sini saja. Biar saya saja," tuturnya.

Kenekatan Jokowi dalam agenda tersebut bukan tanpa alasan. Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu program prioritas pemerintah demi melindungi ekosistem di pinggir pantai.

Pemerintah menargetkan akan merehabilitasi 34 ribu hutan mangrove di Tanah Air sepanjang tahun ini.

"Hutan mangrove ini menyimpan karbon empat sampai lima kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan. Oleh karena itu, rehabilitasi akan terus kita lakukan di kawasan yang memang kita perlukan," ucapnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT