27 September 2021, 18:19 WIB

Menkopolhukam: 15 Mei 2024 Waktu Paling Rasional untuk Pemilu 2024


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

PEMERINTAH mengusulkan agar pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024 dilakukan pada 15 Mei 2024. Jadwal yang diusulkan cukup jauh dari usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang menginginkan pencoblosan Pemilu 2024 diadakan pada Februari 2024.

“Tanggal 15 Mei ini adalah tanggal yang dianggap paling rasional untuk diajukan kepada KPU dan Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangan pers usai rapat internal terkait finalisasi usulan pemerintah mengenai penyelenggaraan Pemilu 2024, hari ini.

Selain Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam, rapat juga dihadiri Wakil Presiden, Mensesneg, Seskab, Mendagri, Menkeu, Menkumham, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN.

Dalam rapat tersebut, pemerintah melakukan simulasi empat tanggal pemilihan pemungutan suara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2024 yaitu 24 April, 15 Mei, 8 Mei atau 6 Mei.

Baca juga: Rapat Terbatas Golkar Putuskan Lodewijk Freidrich Wakil Ketua DPR

Simulasi tersebut menyangkut sejumlah terkait tahapan pemilu seperti memperpendek kegiatan pemilu agar efisien waktu maupun uang, masa kampanye diperpendek, jarak antara pemungutan suara dengan pelantikan presiden tidak terlalu lama.

“Termasuk mengantisipasi mungkin ada peradilan di Mahkamah Konstitusi atau mungkin ada putaran kedua dihitung semuanya. Kemudian memperhitungkan hari besar keagamaan dan hari besar nasional,” paparnya.

Mengenai usulan KPU agar pencoblosan dilakkukan 21 Februari 2024 agar tidak mepet dengan pelaksanaan Pilkada 2024, menurut Mahfud, pemerintah menilai usulan tersebut terlalu panjang ke belakang, dan ke depan.

“Panjang ke belakang artinya tahapan pemilu berlangsung 20 bulan. Ke depannya, juga menjadi panjang yaitu dari Februari ke Oktober 2024. Kok lama sekali pelantikan presiden,” ujarnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT