26 September 2021, 17:16 WIB

PBNU Sebut Ada Kelompok yang Kembangkan Narasi Negatif pada Ulama


Andhika Prasetyo |

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat ada kelompok tertentu yang tengah berupaya mengembangkan narasi negatif terhadap para ulama dan kiai di Tanah Air.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menyerang sejumlah pemuka agama dan merusak rumah ibadah. Ketua PBNU Marsudi Syuhud pun berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku, serta motif di balik niat dan tindakan jahat tersebut.

"Harus ada penjelasan sejelas-jelasnya. Jangan sampai ada spekulasi publik bahwa kiai dan ustad dimusuhi pada era pemerintahan sekarang," ujar Marsudi kepada Media Indonesia, Minggu (26/9).

Baca juga: PBNU: Muktamar NU Ke-34 Pasti Diterpa Gangguan

Pada dasarnya, tindakan kriminal memang sudah ada sejak manusia pertama, Nabi Adam, hidup di Bumi. Dia pun mengimbau seluruh masyarakat di Tanah Air, khususnya umat Muslim, untuk terus waspada. Di sisi lain, umat juga harus bisa menahan diri supaya tidak terprovokasi.

"Jika ada kejadian apapun yang prinsipnya melanggar hukum, laporkan pada pihak berwajib. Jangan sampai terpancing provokasi," pungkas Marsudi.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Kepolisian dan Intelijen Diminta Lebih Sigap

Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti juga menyuarakan hal senada. Dia mencurigai penyerangan beruntun terhadap sejumlah ustad bukan sebuah kebetulan belaka. Namun, ada kesengajaan untuk tujuan tertentu.

"Peristiwa penyerangan terhadap ustad yang terjadi beruntun besar kemungkinan bukan suatu kebetulan. Patut diduga ada yang sedang bermain api," tutur Abdul Muti melalui akun Twitter pribadinya.

Pihaknya pun mendesak aparat keamanan bergerak lebih cepat untuk mengungkap motif dari tindakan kriminal terhadap pemuka agama Islam. “Siapapun aktor dan provokator, jelas mereka bukan orang baik. Polisi harus bekerja dengan baik, menangkap, mengungkap dan menghukum yang bersalah," katanya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT