26 September 2021, 12:47 WIB

PBNU: Muktamar NU Ke-34 Pasti Diterpa Gangguan


 Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

RAIS Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar memprediksi akan ada banyak gangguan yang akan dihadapi NU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-34 di Lampung pada akhir tahun ini.

Gangguan tersebut bisa berupa berbagai hal, termasuk orang-orang yang berniat jahat terhadap organisasi Islam terbesar se-Indonesia itu.

"Mereka melihat NU sudah berpuluh-puluh tahun menguasai Indonesia. Pasti ada pikiran, kapan giliran mereka. Pasti ada yang mau menganggu dan ini biasa terjadi setiap lima tahun sekali," ujar Miftachul pada penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2021 di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (26/9).

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengurus dan warga NU untuk terus waspada. Bahkan, sikap suudzon atau berburuk sangka harus dijadikan senjata.

Memang, di dalam Islam, suudzon adalah salah satu perbuatan dosa. Tetapi itu hanya berlaku bila ditujukan pada orang yang nyata kebaikannya.

"Kalau suudzon kepada orang-orang yang bertopeng, yang punya kepentingan mendadak atau lima tahun sekali, itu yang perlu kita waspada. Bahkan Rasulullah mengatakan jagalah kita dari kejahatan mereka dengan suudzon," jelas pria yang juha menjabat sebagai ketua umum MUI itu.

Selain menggarisbawahi potensi gangguan, Miftachul juga berpesan kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) Lampung untuk menyiapkan segala hal terkait pelaksanaan Muktamar ke-34.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini, progres vaksinasi di provinsi tersebut masih sangat rendah yakni 20%. Oleh karena itu, dalam tiga bulan ke depan, PWNU Lampung harus bisa bekerja sama dengan pemda dan satgas setempat untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.

"Sehingga apa yang kita rencanakan bisa terlaksana dengan baik. Kalau tidak tercapai, bisa-bisa dipindah ke tempat lain," tandasnya. (Pra/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT