25 September 2021, 20:45 WIB

Ali Kalora Berhasil Dilumpuhkan Karena Kebiasaannya Minta Logistik ke Warga


FACHRI AUDHIA HAFIEZ | Politik dan Hukum

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengungkap kebiasaan pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang membuat dirinya berhasil dibekuk. Ali kerap meminta bantuan ke warga untuk memenuhi kebutuhan logistik.

"Dari hasil pendalaman ditemukan bahwa Ali Kalora seringkali turun dan meminta untuk disediakan kebutuhan logistik kepada warga," ujar Kabag Banops Densus 88 Kombes Aswin Siregar melalui keterangan tertulis, hari ini.

Aswin mengatakan informasi itu didalami oleh Tim Densus 88 sejak awal September 2021. Lalu, Tim Densus 88 melakukan pemetaan di sepanjang wilayah Poso Pesisir Selatan, Poso Pesisir Utara, sampai wilayah Parigi.

Baca juga: Puan Pastikan DPR Tetap Terbuka Bagi Rakyat Meski di Masa Pandemi

Tim mendeteksi Ali Kalora bersama komplotannya, Jaka Ramadhan alias Ikrima, hendak menjemput sebuah barang yang telah dipesan pada Sabtu, 18 September 2021. Saat Ali Kalora dan anak buahnya menjemput barang tersebut, Tim Densus 88 menyergap dan menembak mati keduanya.

"Ali Kalora dan Ikrima menjumpai seseorang untuk menjemput barang yang telah dipesan," ujar Aswin.

Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Sabtu petang, 18 September 2021. Tersisa empat orang dari kelompok itu yang masih buron.

Keempatnya adalah Askar alias Jaid alias pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata. Aparat gabungan TNI-Polri mengejar para teroris tersebut ke tiga daerah yakni Poso, Parigi Moutong (Parimo), dan Sigi. (OL-4)

BERITA TERKAIT